Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Reservasi Ruangan Berbasis Web pada Gereja Kristus Cibinong Stenly George Mooy; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Rizqi; Maulana Ardhiansyah
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 5 No 07 (2026): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design and develop a web-based room reservation information system at Gereja Kristus Cibinong. The existing manual reservation process often causes scheduling conflicts, recording errors, and delays in information delivery. The Prototype development method was applied to accommodate user requirements iteratively. The system was designed using UML modeling and a relational database. The implementation results indicate that the system provides real-time room availability information, simplifies reservation processes, and assists administrators in managing reservation data. System testing demonstrated that all features functioned properly according to user requirements.
IMPLEMENTASI METODE TOPSIS PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN SISWA BERPRESTASI DI SDN 3 WAY LAGA Muhammad Rizqi
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.10736

Abstract

Penentuan siswa berprestasi di SDN 3 Way Laga Bandar Lampung masih dilakukan secara konvensional melalui rekapitulasi nilai menggunakan Microsoft Excel oleh wali kelas tanpa standar pembobotan yang terukur. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan perhitungan, membutuhkan waktu yang lebih lama, serta memunculkan subjektivitas dalam proses penilaian. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis website menggunakan metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk membantu proses pemeringkatan siswa berprestasi secara objektif. Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu persentase kehadiran (20%), nilai akhlak atau sikap (30%), nilai akademik (10%), dan nilai ujian (40%). Pengembangan sistem menggunakan model Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dirancang dengan dua jenis pengguna, yaitu Admin dan Wali Kelas, serta dioperasikan melalui jaringan lokal sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan peringkat siswa secara kuantitatif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam penentuan siswa berprestasi secara lebih efektif dan objektif.
Implementasi Monitoring pH Berbasis IoT-PLTS pada Pembenihan Ikan Yogi Priyo Istiyono; Ojak Abdul Rozak; Bintang Pamungkas; Risna Dianiti Arifin; Muhammad Rizqi; Puad Bagas Sanjaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9303

Abstract

Pemantauan pH di UPTD Budidaya Benih Ikan Bojongsari masih dilakukan secara manual dan berkala. Hasil observasi awal menunjukkan belum tersedia sensor permanen, dashboard jarak jauh, pencatatan otomatis, maupun sumber energi PLTS. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan sistem monitoring pH berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metode kegiatan meliputi survei kebutuhan, perancangan, perakitan, pemrograman ESP32, instalasi, pengujian fungsional, pelatihan, dan evaluasi mitra. Sistem mengintegrasikan sensor pH, suhu, dan TDS dengan LCD dan dashboard web. Hasil uji menunjukkan seluruh fungsi utama yang diuji dapat bekerja; tegangan panel surya terukur 17,32 V, tegangan baterai 12,01 V, dan keluaran sistem 12,14 V. Dashboard menampilkan suhu 24,3 °C, pH 9,3, dan TDS 65 ppm; nilai pH tersebut kemudian diklasifikasikan sebagai kondisi basa/tidak normal. Evaluasi delapan butir oleh satu perwakilan mitra menghasilkan skor rata-rata 4,25 dari skala 5, dengan 75% butir berkategori puas dan 25% sangat puas. Karena kegiatan belum menggunakan pre-test-post-test, kalibrasi pembanding jangka panjang, dan evaluasi biologis, hasil ini ditafsirkan sebagai keberhasilan implementasi fungsional dan penerimaan awal mitra, bukan bukti peningkatan kompetensi atau kelangsungan hidup benih ikan.