Hera Septriana
Muhammadiyah University Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT COVID-19 PADA KORAN MEDIA INDONESIA (KAJIAN TEUN A. VAN DIJK) Hera Septriana; Winda Dwi Hudhana; Sumarlam Sumarlam
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6633

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan analisis wacana kritis iklan layanan masyarakat covid-19 pada koran Media Indonesia menggunakan kajian Teun A. Van Dijk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data dalam penelitian yaitu kutipan teks wacana struktur teks wacana superstruktur, mikro struktur dan makro struktur pada iklan layanan masyarakat pada Koran Media Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian digunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian, iklan layanan masyarakat berjudul Indonesia dan Tiongkok Kerja Sama dalam Produksi Vaksin Covid-19, struktur makro yaitu topik produksi vaksin oleh pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Subtopic nama perusahaan pengembang vaksin, tujuan kerja sama pembuatan vaksin, teknologi yang digunakan untuk pengembangan vaksin, progres pengembangan vaksin, proses pembuatan vaksin, hasil dan pengembangan vaksin, dukungan pemerintah Indonesia, produk lain dikembangkan, data perkembangan vaksin di Indonesia, data penyuntikan vaksin, dan jumlah vaksin yang didistribusikan. Superstruktur yaitu identitas perusahaan, inti yaitu mengenai kerja sama pembuatan vaksin dan penutup pada pendistribusian vaksin. Strukutr mikro yaitu control informasi, sintaksis pada maksud eksplisit pemerintah dalam memproduksi vaksin. Pada iklan layanan masyarakat Perkuat Imunitas Saat Pancaroba yaitu struktur makro yaitu memperkuat imunitas dalam musim pancaroba,Subtopic yaitu penyakit di musim pancaroba, himbauan peningkatan imunitas dan menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Pada superstruktur yaitu bagian pembuka yaitu musim pancaroba yang datang dalam pandemi, bagian inti yaitu himbauan mengatasi penyakit pancaroba, bagian akhir berkaitan dengan himbauan untuk menyaksikan tayangan Metro icare. Bagian struktur mickro yaitu semantic latar yaitu Indonesia dan maksud yaitu himbauan memperkuat imun data pancaroba di masa pandemi.Kata kunci: Wacana, Iklan Layanan Masyarakat, Covid-19
MUATAN LEVEL KOGNITIF DALAM SOAL PENUGASAN MATA KULIAH UMUM BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Winda Dwi Hudhana; Hera Septriana
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7295

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui soal penugasan dalam Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Indonesia berdasarkan ranah kognitif taksonomi Bloom. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian yaitu naskah soal penugasan dalam mata kuliah MKU Bahasa Indonesia di prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Tangerang. Data dalam penelitian ini yaitu butir soal soal penugasan dalam mata kuliah MKU Bahasa Indonesia di prodi Pendidikan Matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu menentukan ranah kognitif taksonomi Bloom yang terdapat dalam Capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) antara lain mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Pada CPMK pertama, yaitu menghasilkan karya tulis ilmiah yaitu memahami (C2), menerapkan (C3), dan menciptakan (C6). Kedua, menghasilkan karya tulis ilmiah populer, memahami (C2), menerapkan (C3), dan menciptakan (C6). Ketiga, menerapkan dan memahami PUEBI pengetahuan (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisi (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Keempat, memahami kaidah kebahasaan, memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisi (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Kelima, memahami teknik menulis skripsi memahami (C2), menerapkan (C3), dan memahami (C4).Kata Kunci: Kogntif, Soal Penugasan, Bahasa Indonesia
Optimalisasi Pemanfaatan Air Wudu sebagai Media Penguatan Toleransi Beragama dan Literasi Ekologis pada Siswa Sekolah Dasar: Optimizing the Use of Ablution Water as a Medium for Strengthening Religious Tolerance and Ecological Literacy among Elementary School Students Rini Puji Susanti; Hera Septriana; Sabrina Maylatama; Asmawati Asmawati
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.10647

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi kurangnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pemanfaatan air wudu secara bijak, serta untuk memperkuat toleransi beragama dan literasi ekologis di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya penghematan air, kepedulian terhadap lingkungan, dan sikap toleran antarumat beragama berbasis nilai Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Suro dengan jumlah peserta sebanyak 53 siswa melalui tahapan observasi, koordinasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi penggunaan air secara hemat saat berwudu, pemanfaatan air bekas wudu untuk menyiram tanaman, serta penguatan nilai toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga dilibatkan dalam praktik penggunaan alat penyaring sederhana dan pembuatan poster edukasi tentang hemat air dan toleransi beragama sebagai media kampanye sekolah ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa dalam menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan sekolah, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antarumat beragama. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan memperoleh respons positif dari guru maupun pihak sekolah. Dengan demikian, pemanfaatan air wudu sebagai media pembelajaran terbukti dapat mendukung penguatan karakter toleransi beragama dan literasi ekologis pada siswa sekolah dasar.