Anggoro Abiyyu Ristio Cahyo
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON MAHASISWA MENGENAI PENGGUNAAN PLATFORM MEDIA BERBASIS TEKS SEBAGAI IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Anggoro Abiyyu Ristio Cahyo; Anas Ahmadi; Resdianto Permata Raharjo
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.11398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengetahui respon mahasiswa mengenai penggunaan platform media berbasis teks sebagai implementasi keterampilan menulis mahasiswa Pascasarjana jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2023 di Universitas Negeri Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini yaitu hasil survei mahasiswa Pascasarjana jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2023 di Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei dan teknik simak catat. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media berbasis teks, seperti media sosial, forum diskusi, dan layanan blog memiliki potensi yang beragam dalam mengembangkan keterampilan menulis mahasiswa. Penggunaan platform belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh semua responden, sebagian besar menilai platform tersebut efektif dalam membantu pengembangan kemampuan menulis responden. Penggunaan platform media berbasis teks, seperti blog, forum diskusi, dan media sosial yang berfokus pada tulisan, memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa. Platform ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, berbagi pandangan, dan berlatih menyusun argumen secara tertulis. Melalui interaksi dengan pembaca dan penulis lain, mahasiswa dapat menerima umpan balik yang konstruktif, yang membantu mereka memperbaiki gaya penulisan, tata bahasa, dan struktur narasi. Kata kunci: keterampilan menulis, mahasiswa, platform media, teks
Perlawanan Magi Terhadap Tradisi Kawin Tangkap dalam Novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam Wahyu Dian Andriana; Anggoro Abiyyu Ristio Cahyo
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 24 No. 2 (2025): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 24 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.242.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan perempuan terhadap budaya patriarki dalam tradisi kawin tangkap di Sumba melalui tokoh Magi Diela dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan bentuk-bentuk perlawanan tokoh utama. Pendekatan kualitatif dengan teori feminisme psikoanalisis Karen Horney diterapkan untuk memahami dinamika psikologis perlawanan tersebut. Sumber data utama penelitian ini adalah novel, dengan data berupa kata, frasa, kalimat, hingga wacana yang mencerminkan bentuk perlawanan Magi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan berulang dan pencatatan, sementara analisis data menggunakan teknik alir dan hermeneutik untuk menggali makna mendalam dari perlawanan tokoh terhadap patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan Magi Diela mencakup tiga bentuk, yaitu mendekati orang lain (mencari dukungan emosional), melawan orang lain (tindakan fisik dan verbal), dan menjauhi orang lain (menghindari situasi menindas). Perjuangan Magi tidak hanya mencerminkan keberanian melawan norma patriarki, tetapi juga menggambarkan dinamika internal perempuan dalam menghadapi trauma dan tekanan sosial. Penelitian ini menekankan bahwa tindakan individu dapat menjadi simbol penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk melawan ketidakadilan gender