This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Hafizh Anshary
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dekonstruksi Tradisi melalui Nalar Ushul Fikih: Analisis Argumen Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam Risalah Mas'alah al-Kiblah fī al-Batāwī Wahdah Wahdah; Hafizh Anshary; Nuril Khasyi’in
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18675

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologis Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menentukan arah kiblat sebagaimana tertuang dalam risalahnya, Mas'alat al-Kiblah fī al-Batāwī. Fokus utama kajian ini adalah pada penggunaan kaidah-kaidah ushul fikih sebagai instrumen untuk mendekonstruksi praktik keagamaan berbasis tradisi yang tidak akurat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap naskah primer, penelitian ini menemukan bahwa Syekh Arsyad melakukan rasionalisasi ibadah dengan memposisikan otoritas hukum Islam di atas legitimasi historis-mistis bangunan masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beliau secara sistematis menerapkan kaidah 'Amm-Khass untuk membatalkan klaim generalisasi dalil yang keliru, serta menggunakan kaidah Muthbit-Nafi untuk memvalidasi arah kiblat melalui bukti empiris falakiyah. Selain itu, Syekh Arsyad menegaskan pentingnya berpegang pada otoritas kitab-kitab Muta’akhkhirin Syafi'iyyah sebagai standar ijtihad yang terukur. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran Syekh Arsyad al-Banjari merupakan jembatan intelektual yang menggabungkan presisi sains dengan ketajaman nalar hukum, sekaligus menandai pergeseran otoritas keagamaan dari kharisma personal menuju argumentasi ilmiah yang otoritatif.