Mahasiswa di wilayah Gorontalo memiliki potensi besar untuk menjadi wirausahawan muda karena memperoleh pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi serta memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi. Namun demikian, realitas menunjukkan bahwa motivasi dan minat berwirausaha mahasiswa masih relatif rendah. Kota Gorontalo memiliki karakteristik sebagai daerah yang sedang berkembang dengan dominasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), didukung oleh populasi generasi muda yang aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi. Meskipun demikian, budaya masyarakat yang masih mengutamakan keamanan pekerjaan formal dibandingkan membangun usaha sendiri menjadi salah satu faktor yang menghambat tumbuhnya semangat kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Gorontalo yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) melalui evaluasi outer model, inner model, dan pengujian efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi serta minat berwirausaha, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi. Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi maupun secara tidak langsung melalui motivasi. Selain itu, motivasi berwirausaha terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial merupakan faktor strategis dalam meningkatkan motivasi dan minat berwirausaha, sedangkan pengetahuan kewirausahaan perlu didukung oleh pengalaman praktik, pendampingan, dan lingkungan yang kondusif agar mampu mendorong motivasi berwirausa ha secara optimal. Keywords: Kewirusahaan; Media sosial; Motivasi berwirusaha; Minat berwirusaha: Mahasiswa