Indriyanti Widyaratna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kadar SPF Formulasi Sediaan Serum Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Rizki Yuniarti; Indriyanti Widyaratna; Anugerah Suciati; Anggun Mahirotul Nur Sholikah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis ekuator, sehingga mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar matahari mengandung gelombang UVA dan UVB yang dapat memengaruhi kondisi kulit manusia. Salah satu kerusakan kulit akibat paparan berlebih sinar matahari ialah sunburn, di mana kulit mengalami iritasi, peradangan, nyeri, dan terasa panas. Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan untuk mencegah sunburn melalui penghambatan reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul reaktif. Kemampuan ini disebut Sun Protection Factor (SPF). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai SPF serum ekstrak kulit nanas dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan mengevaluasi karakteristik mutu sediaan. Metode: Desain penelitian adalah eksperimental laboratoris. Empat variasi konsentrasi serum ekstrak kulit nanas dibuat: F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Pengujian meliputi uji efektivitas nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan uji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas). Data dianalisis menggunakan SPSS One Way ANOVA dengan taraf signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil evaluasi karakteristik SPF serum ekstrak kulit nanas menunjukkan mutu sediaan memenuhi persyaratan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Nilai SPF tertinggi diperoleh pada F2 (3%) sebesar 4,13 (kategori proteksi sedang), diikuti F3 (5%) sebesar 3,70 (proteksi minimal), F0 sebesar 1,61, dan F1 sebesar 1,39. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai SPF (p=0,027; α=0,05). Uji stabilitas belum memenuhi kriteria stabil setelah 3 siklus. Kesimpulan: Serum ekstrak kulit nanas memiliki potensi sebagai tabir surya alami dengan konsentrasi optimum 3% menghasilkan SPF 4,13 (kategori proteksi sedang). Diperlukan optimasi formula untuk meningkatkan stabilitas dan nilai SPF. Kata kunci: tabir surya; serum; kulit nanas; Ananas comosus; SPF; flavonoid; spektrofotometri UV-Vis