Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Integration of Content Marketing and Storytelling to Enhance Perceived Value and Purchase Intention toward Local Fashion Brands Meitri Wulandari Djaya Negara; Ragina Gita Amelia; Tezhalonika Marchela; Rusnandari Retno Cahyani
HARAMAIN: Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 02 (2026): HARAMAIN : JURNAL MANAJEMEN BISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Badri Mashduqi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66931/jmb-396

Abstract

This study investigates the integration of content marketing and storytelling in enhancing perceived value and purchase intention toward local fashion brands. As competition in the digital marketplace intensifies, local fashion businesses are required to adopt marketing strategies that not only communicate product attributes but also establish meaningful emotional connections with consumers. This research employs a systematic literature review approach by analyzing 21 peer-reviewed articles and industry reports published between 2018 and 2025. Data were collected from reputable academic databases, including Google Scholar, ScienceDirect, Emerald Insight, and Springer Link, and were analyzed using thematic synthesis. The findings reveal that content marketing primarily strengthens consumers’ functional perceived value by providing relevant, informative, and consistent product-related information. In contrast, storytelling enhances emotional perceived value through authentic narratives that foster trust, engagement, and brand attachment. The integration of these strategies generates a synergistic effect that significantly increases purchase intention by combining rational evaluation with emotional involvement. The effectiveness of this integration is influenced by message consistency, cultural relevance, and sustained digital engagement across social media platforms. This study contributes to the marketing literature by providing a comprehensive understanding of how informational and narrative-based communication jointly influence consumer behavior. Practical implications suggest that local fashion brands should develop culturally relevant and authentic digital storytelling strategies to strengthen competitive advantage and foster long-term customer relationships.
Transformasi Strategi Bisnis UMKM Di Era Digital: Tinjauan Literatur Terhadap Efisiensi Operasional dan Adaptasi Pasar Tezhalonika Marchela; Ragina Gita Amelia; Meitri Wulandari Djaya Negara; Rusnandari Retno Cahyani
Jurnal Inovasi Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2026): JIBMA : Jurnal Inovasi Bisnis Manajemen dan Akuntansi
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jibma.v4i3.387

Abstract

This literature review analyzes how digital transformation reshapes business strategies of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs/SMEs) and its implications for operational efficiency and market adaptation. The reviewed research shows that digitisation and digital transformation enhance efficiency, cost reduction, productivity, customer satisfaction, and competitive advantage, especially through social media, websites, e‑commerce, cloud services, big data, and analytics. Digital marketing and data‑driven strategies support brand awareness, product branding, customer engagement, and sustainable performance in highly competitive markets. However, MSMEs, particularly in developing countries, still face obstacles such as low digital literacy, limited financial and technological resources, and uneven digital infrastructure. Success is strongly influenced by leadership, digital competencies, human resources, integrated marketing capabilities, and supportive ecosystems including policies, training, and partnerships. The review positions entrepreneurial and product branding as central elements in leveraging digital transformation for resilient MSME growth.
Strategi Mahasiswa dalam Memanfaatkan Disrupsi Digital untuk Menciptakan Nilai Ekonomi Berbasis Pengalaman (Experience Economy) Anggit Dyah Kusumastuti; Hanifah Nur Aisyah; Anita Tri Hapsari; Miftahatul Asna; Ragina Gita Amelia
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7703

Abstract

Disrupsi digital terkait erat dengan perkembangan teknologi yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk membuka peluang ekonomi bagi mahasiswa. Kemajuan seperti e-commerce, layanan keuangan digital, dan sistem pembayaran online mengubah pola interaksi dan konsumsi, memungkinkan mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan nilai ekonomi. Penelitian ini menganalisis strategi mahasiswa dalam memanfaatkan disrupsi digital, khususnya e-commerce dan paylater, untuk menghasilkan nilai ekonomi berbasis pengalaman. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dan analisis fenomenologis tren digital di kalangan mahasiswa. Hasil menunjukkan mahasiswa menerapkan strategi seperti personal branding, optimasi media sosial, integrasi platform e-commerce, penciptaan pengalaman pelanggan unik, serta pemanfaatan paylater sebagai modal awal. Strategi ini meningkatkan daya saing mahasiswa dalam ekonomi digital. Temuan menegaskan mahasiswa bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pencipta nilai ekonomi berbasis pengalaman.
Pengembangan dan Inovasi Produk Cermin Mini Berhias Kawat Bulu sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Anggit Dyah Kusumastuti; Tezhalonika Marchela; Anita Tri Hapsari; Meitri Wulandari Djaya Negara; Ragina Gita Amelia
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i3.3258

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan pengembangan produk cermin mini berhias kawat bulu sebagai produk usaha kreatif. Sasaran kegiatan adalah 17 mahasiswa yang berperan sebagai peserta pelatihan sekaligus calon pelaku usaha kreatif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan bahan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi serta terbatasnya pengalaman praktis dalam mengembangkan peluang usaha berbasis kreativitas. Metode yang diterapkan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan praktik langsung (hands-on training), yang meliputi tahap persiapan, demonstrasi, praktik mandiri, dan evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil menghasilkan produk cermin mini berhias kawat bulu, dengan 16 dari 17 peserta (94,12%) menghasilkan produk dalam kategori baik atau cukup baik. Selain itu, hasil wawancara pascakegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta berniat mempraktikkan kembali pembuatan produk, sedangkan 70% peserta berminat untuk menjual produk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung tidak hanya mampu mengembangkan keterampilan produksi mahasiswa, tetapi juga mendorong ketertarikan terhadap pengembangan produk sebagai peluang usaha kreatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan produk sederhana dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat pengalaman praktis dan orientasi kewirausahaan mahasiswa. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk mendukung pengembangan keterampilan tersebut menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.