Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVOLUSI BIRU: NESTAPA NELAYAN DI MUNCAR BANYUWANGI PADA MASA ORDE BARU Moch Sholeh Pratama
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 10 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kjhi.v10i1.42104

Abstract

Orde Baru di bawah kepemimpinan Suharto memberikan perhatian serius terhadap sektor maritim yang memiliki sumber daya melimpah. Perhatian ditunjukkan melalui penerapan kebijakan Revolusi Biru yang bertujuan untuk memodernisasi alat tangkap ikan yang diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas tangkapan ikan, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang memiliki sumber daya maritim melimpah, khususnya di perairan Muncar tak luput dari implementasi kebijakan Revolusi Biru pada masa Orde Baru. Artikel ini dikerjakan menggunakan metode penelitian sejarah dengan memanfaatkan publikasi sezaman dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Revolusi Biru di Muncar, Banyuwangi mengalami kegagalan pada akhirnya dan menimbulkan sederet permasalahan mulai dari overfishing sampai kemiskinan struktural di kalangan masyarakat nelayan.
KIPRAH KOMUNITAS PEGON DALAM MEMASYARAKATKAN SEJARAH PESANTREN DAN NAHDLATUL ULAMA DI BANYUWANGI, 2017-2025 Moch Sholeh Pratama
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 3 No 2 (2025): JUSAN: Jurnal Sejarah Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v3i2.12351

Abstract

Artikel ini membahas peran Komunitas Pegon dalam pelestarian sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi sebagai bagian dari praktik sejarah publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial-kultural dengan kerangka teori sejarah publik (public history) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam produksi, diseminasi, dan pemaknaan sejarah, serta didukung oleh teori memori kolektif untuk melihat bagaimana narasi pesantren dan Nahdlatul Ulama dibangun dan diwariskan di ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan sumber-sumber primer serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Pegon mengusung tiga program utama, yakni penelitian, pengarsipan, dan publikasi karya. Dalam pelaksanaan kerja-kerja kesejarahan tersebut, Komunitas Pegon secara konsisten melibatkan partisipasi publik serta menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian dan institusi pemerintahan. Berkat kontribusi nyatanya dalam memasyarakatkan sejarah peradaban Islam, khususnya pesantren dan Nahdlatul Ulama di ujung timur Pulau Jawa, Komunitas Pegon tercatat memperoleh berbagai penghargaan prestisius di tingkat regional maupun nasional.