Muhammad Garib Ramadhan
Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Akun @Musuhwanita dalam Membentuk Persepsi Perempuan Di Platform Tiktok Muhammad Garib Ramadhan; Putri Fadyla; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.96732

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya produksi konten di media sosial, khususnya TikTok, yang menyoroti perilaku dan penampilan perempuan secara moralistik serta membentuk persepsi publik terhadap peran gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi bagaimana akun TikTok @musuhwanita membingkai (framing) representasi moralitas perempuan. Subjek dan fokus penelitian dalam artikel ini adalah konten-konten di akun TikTok @musuhwanita. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan observasi digital, dengan instrumen berupa lembar analisis isi dan catatan observasi daring yang disusun berdasarkan kategori representasi gender dan moralitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @musuhwanita secara konsisten menggunakan strategi framing moralitas untuk membentuk persepsi publik mengenai perempuan yang dianggap ideal, yang pada akhirnya memperkuat norma-norma patriarkal di ruang digital. Namun, sebagian audiens juga menafsirkan konten tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang dapat menjadi refleksi bagi perempuan dalam menyesuaikan penampilan dengan konteks dan kesadaran diri, bukan tekanan sosial. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan ganda sebagai cermin dan penguat konstruksi sosial tentang peran gender, di mana perempuan sering kali menjadi objek evaluasi moral publik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi media dan kesadaran kritis masyarakat agar mampu menafsirkan konten secara bijak serta tidak terjebak dalam bias gender yang direproduksi melalui media digital.