Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Sumberdaya Gerakan Aliansi Laki-Laki Baru dalam Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender di Indonesia Reftantia, Ghina; Jendrius, Jendrius; Maihasni, Maihasni
Sosioglobal Vol 8, No 1 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v8i1.39656

Abstract

ABSTRAKSeiring berjalannya waktu, isu kesetaraan dan keadilan gender tidak hanya dibahas melalui gerakan perempuan, tetapi juga melalui gerakan laki-laki. Aliansi Laki-Laki Baru (ALB) telah banyak membahas mengenai isu kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia. Intervensi melalui program pemberdayaan telah mereka lakukan dengan melibatkan laki-laki maupun perempuan baik pelaku maupun korban atau pun orang-orang yang berpotensi menjadi pelaku maupun korban kekerasan. ALB juga aktif melakukan diskusi tahunan dengan berbagai stakeholder untuk membahas isu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi yang digunakan oleh ALB dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini ialah teori mobilisasi sumberdaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Ada pun temuan dari penelitian ini ialah strategi yang digunakan ALB adalah dengan membingkai isu kekerasan yang lebih banyak dialami oleh perempuan, menggunakan dukungan dari organisasi serupa, menggunakan nama aliansi laki-laki baru sebagai nama sosial media, memberikan identitas baru kepada laki-laki pelaku kekerasan dan laki-laki yang berpotensi menjadi pelaku kekerasan, menggunakan kewenangan pendeta untuk mendapat dukungan masyarakat, menggunakan organisasi baru dan organisasi pendukung, melakukan serangkaian aksi di jalanan, keterlibatan aktor dilakukan secara sukarela, dan memilih untuk menjadi organisasi non formal dan nirlaba.Kata Kunci: Aliansi Laki-Laki Baru, Gender, Kesetaraan, Gerakan Sosial. ABSTRACT As time goes by, issues of gender equality and justice are not only discussed through the women's movement but also the men's movement. The New Men's Alliance (ALB) has discussed many issues of gender equality and justice in Indonesia. They have carried out interventions through empowerment programs involving men and women, both perpetrators and victims, or people who have the potential to become perpetrators or victims of violence. ALB also actively holds annual discussions with various stakeholders to discuss this issue. This research aims to discuss the strategies used by ALB in realizing gender equality and justice in Indonesia. The theory used to analyze this research is resource mobilization theory. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive research type. There are also findings from this research that the strategy used by ALB is to frame the issue of violence which is more experienced by women, using support from similar organizations, using the name of the new men's alliance as the name of social media, giving a new identity to male perpetrators of violence. and men who have the potential to become perpetrators of violence, use the authority of pastors to gain community support, use new organizations and support organizations, carry out a series of actions on the streets, the involvement of actors is carried out voluntarily, and choose to become non-formal and non-profit organizations. Keywords: The New Men's Alliance, Gender, Equality, Social Movements.
Hegemoni "Clash of Champions Ruang Guru" di Tengah Maraknya Tayangan Non Edukatif Asni Sari, Kurnia; Reftantia, Ghina
Iapa Proceedings Conference 2024: Resiliensi Indonesia dalam Pusaran Disrupsi Global
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1047

Abstract

Artikel ini menganalisis hegemoni tayangan edukatif "Clash of Champions" yang disajikan oleh platform edukasi digital Ruangguru di tengah maraknya tayangan non-edukatif di era digital. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan eksplanasi berdasarkan analisis teori hegemoni Antonio Gramsci, penelitian ini menunjukkan bagaimana tayangan edukatif yang dikemas dalam bentuk kompetisi siswa berprestasi mampu menarik minat remaja. Artikel ini mengeksplorasi strategi kreatif dan pemasaran yang digunakan oleh Ruangguru serta implikasinya terhadap perubahan preferensi remaja terhadap tayangan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui hegemoni yang tepat, konten edukatif dapat menggeser dominasi tayangan non-edukatif di platform media digital, memberikan manfaat bagi perkembangan intelektual remaja dan kepribadiannya, meningkatkan keinginan mereka untuk memperdalam kemampuan kognitif., serta remaja dapat memilih secara rasional tayangan yang bermanfaat bagi mereka.
Analisis Nilai Patriarki dalam Putusan Sidang Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sawahlunto Reftantia, Ghina; Asni Sari, Kurnia; Aries Kurniawan, Deni; Dwi Hapsari, Yuanita
Iapa Proceedings Conference 2024: Resiliensi Indonesia dalam Pusaran Disrupsi Global
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1038

Abstract

Cerai gugat merupakan putusnya hubungan perkawinan karena adanya gugatan yang diajukan oleh pihak istri. Jumlah perkara cerai gugat jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah perkara cerai talak. Tidak dapat dipungkiri baik secara sadar atau pun tidak sadar dan langsung mau pun tidak langsung bahwa nilai-nilai patriarki telah menyebabkan ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender seperti adanya subordinasi, dominasi, pelecehan seksual, perceraian, dll. Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan menganalisis nilai-nilai patriarki dalam hasil putusan sidang perkara cerai gugat Pengadilan Agama Sawahlunto tahun 2022-2023. Teori yang digunakan untuk membahas penelitian ini ialah teori strukturasi Anthonny Giddens, sementara metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif, yang mana metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data angka berupa hasil persentase dari keseluruhan putusan sidang cerai gugat. Sementara metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis nilai-nilai patriarki yang menyebabkan terjadinya cerai gugat tersebut. Ada pun data yang dianalisis dalam penelitian ini ialah seluruh data hasil putusan sidang perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Sawahlunto Tahun 2022-2023. Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai patriarki telah mempengaruhi kehidupan rumahtangga pasangan suami istri dan menyebabkan beberapa masalah dalam rumahtangga seperti adanya KDRT, poligami, perselingkuhan, campur tangan keluarga, dll.
FENOMENA MOM SHAMING DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF GENDER: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Yuanita Dwi Hapsari; Ghina Reftantia; Deska Fitriyani3; Ainul Zulqoifah Asmawati; Gita Isyanawulan; Nur’aini Inayah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9652

Abstract

Fenomena Mom Shaming di Indonesia telah menjadi isu sosial yang semakin mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Mom shaming merujuk pada tindakan mengkritik atau menghukum seorang ibu berdasarkan pilihan dan tindakan pengasuhan terhadap anaknya, yang seringkali dianggap menyimpang dari norma sosial atau ekspektasi dari suatu budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Mom Shaming di Indonesia melalui tinjauan literatur dengan perspektif gender, untuk memahami bagaimana konstruksi sosial terkait peran ibu memengaruhi terciptanya praktik ini. Hasil kajian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya Mom Shaming, yakni budaya patriarki, norma gender yang berlaku, serta peran media sosial dalam memperkuat standar-standar sosial terkait keibuan. Hasil dari tinjauan literatur ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif dan mendukung bagi perempuan dalam menjalankan peran keibuannya.
Bertahan di tengah keterbatasan: studi fenomenologi pemulung di Surabaya Imami, Teguh; Kurniawan, Deni Aries; Hapsari, Yuanita Dwi; Reftantia, Ghina; Annisa, Silvia
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 1 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i1.76751

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendalami pengalaman kaum urban yang menjadi pemulung serta tinggal di atas makam Rangkah Surabaya. Studi kualitatif dengan wawancara mendalam digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan kehidupan mereka. Studi ini menggunakan teori fenomenologi yang digagas oleh Alfred Schutz. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa subjek studi memiliki pengalaman hidup dalam kondisi yang serba terbatas ketika berada di desa. Kondisi yang serba terbatas itu menjadi alasan untuk mereka melakukan urbanisasi ke kota Surabaya. Akan tetapi, kehidupan mereka ketika di Surabaya juga tidak lebih baik daripada kondisi sebelumnya, karena ketrampilan dan pendidikan yang kurang memadai"”bahkan harus mengalami tantangan baru berupa stigmatisasi atas pekerjaan mereka sebagai pemulung. Pengalaman yang tidak pernah mereka dapatkan ketika tinggal di desa. Pada akhirnya, di tengah kehidupan yang serba terbatas di kota itu, membuat mereka harus tinggal di makam Rangkah dengan berbagai resiko seperti penggusuran dan penyakit sebagai cara mereka untuk bertahan hidup. This study explores the experiences of urbanites who are scavengers and live above the Rangkah grave in Surabaya. Researchers use qualitative studies with in-depth interviews to describe their lives. This study uses the phenomenological theory initiated by Alfred Schutz. The results of this study show that the study subjects had experience of living in limited conditions when they were in the village. These limited conditions became the reason for them to urbanize to the city of Surabaya. However, their lives in Surabaya were no better than before, due to inadequate skills and education - they even had to experience new challenges in the form of stigmatization of their work as scavengers. An experience they never had when living in the village. In the end, amidst the limited life in the city, they had to live in the cemetery area. 
Dampak Peralihan dari Ojek Pangkalan ke Ojek Online Permatasari, Gita; Zatty, Nara; Vadila, Nur Rahma; Reftantia, Ghina; Sari, Kurnia Asni; Yusnaini, Yusnaini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25948

Abstract

Peralihan dari ojek pangkalan ke ojek online merupakan dampak langsung dari perubahan sosial yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Pergeseran ini mencerminkan adopsi teknologi dalam sistem transportasi yang menawarkan kemudahan akses dan fleksibilitas bagi pengguna, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi pengemudi ojek pangkalan yang kehilangan pelanggan. Dari aspek sosial, perubahan ini mengubah pola kerja pengemudi, menggeser sistem berbasis komunitas menjadi persaingan individu berbasis algoritma. Secara ekonomi, meskipun ojek online membuka peluang pendapatan yang lebih luas, pengemudi menghadapi ketidakpastian akibat sistem insentif yang fluktuatif dan ketergantungan pada kebijakan platform digital. Dari perspektif hukum, regulasi transportasi online terus berkembang untuk mengakomodasi dinamika industri sekaligus melindungi hak pengemudi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan hukum yang ditimbulkan oleh peralihan dari ojek pangkalan ke ojek online serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pengemudi dalam beradaptasi dengan sistem baru. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi yang dapat dilakukan oleh para pengemudi dan peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Transformasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi dalam transportasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna, tetapi juga membutuhkan strategi adaptasi dari berbagai pihak untuk meminimalkan dampak negatifnya. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan pengemudi dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan adil.
Strategi Adaptasi Mata Pencaharian Petani Tadah Hujan dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Desa Padang Lengkuas Lecia, Khessi Novika; Isyanawulan, Gita; Sartika, Diana Dewi; Oktanedi, Aldri; Yanti, Mery; Reftantia, Ghina; Gunawan, Gunawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v11i1.92860

Abstract

Perubahan iklim berdampak negatif terhadap mata pencaharian serta produksi pertanian dan hal ini kemungkinan akan terus berlanjut, kecuali jika langkah-langkah adaptasi diterapkan. Petani tadah hujan di Desa Padang Lengkuas sepenuhnya bergantung pada curah hujan, sehingga sangat rentan terhadap perubahan dan variabilitas curah hujan serta perubahan iklim lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana strategi petani tadah hujan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak pada pertanian dan mata pencaharian di Desa Padang Lengkuas yang sepenuhnya berantung pada pertanian tadah hujan. Sebagai responnya petani tadah hujan menerapkan berbagai strategi mata pencaharian untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, sebagian besar berdasarkan sistem pengetahuan dan praktik mereka sendiri. Startegi adaptasi mata pencaharian petani tadah hujan terbagi atas 3 hal yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi, diversifikasi di lahan pertanian dan non-pertanian serta migrasi. Strategi diversifikasi dan migrasi merupakan strategi adaptasi yang sangat penting untuk membantu petani tadah hujan dalam meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan pencaharian mereka.
Konstruksi dan Ekspresi Identitas Gender Kontemporer di TikTok M Supriyadi; Muhammad Iqbal; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12314

Abstract

This study examines how TikTok, as a social media platform, influences the construction and expression of users’ gender identities. Employing a descriptive qualitative approach and discourse analysis, this research explores how symbols, language, and narratives within TikTok content reflect and challenge traditional gender roles. TikTok has emerged as an expressive and inclusive space for nonbinary and LGBTQ+ individuals to explore identity, foster interaction, and build social solidarity. The platform's algorithmic features allow for the rapid dissemination of alternative gender narratives and the formation of digital communities. While TikTok presents significant opportunities for empowerment, the study also reveals challenges such as queerbaiting, algorithmic bias, and normative body and gender expectations that may negatively impact users’ mental health. TikTok is thus not merely an entertainment platform but also a site of social contestation in redefining gender expression in the digital age. The findings conclude that TikTok plays a critical role in contemporary gender identity construction, despite ongoing structural and cultural obstacles.
REPRODUKSI BUDAYA PADA SANGGAR SENI PINCUK DALAM PELESTARIAN TARI TRADISIONAL DI SURAKARTA Hapsari, Yuanita Dwi; Ghina Reftantia; Verbena Ayuningsih Purbasari; Deni Aries Kurniawan; Ahmad Wildan Habibi
An-Nas Vol. 9 No. 2 (2025): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v9i2.5519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran Sanggar Seni Pincuk dalam pelestarian tari tradisional Surakarta melalui perspektif teori reproduksi budaya Pierre Bourdieu. Sebagai salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan seni tari tradisional, sanggar ini memainkan peranan strategis dalam mentransmisikan keterampilan teknis, pengetahuan sejarah, nilai-nilai budaya, dan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi tari kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan pengajar, siswa, serta tokoh masyarakat, dan analisis dokumen terkait sejarah serta aktivitas sanggar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan memanfaatkan konsep habitus, ranah (field), dan modal (capital) dari Bourdieu untuk mengidentifikasi mekanisme pewarisan dan reproduksi budaya. Hasil penelitian mengungkap bahwa proses reproduksi budaya di Sanggar Seni Pincuk berlangsung melalui pembiasaan yang konsisten, latihan intensif, penanaman disiplin seni, serta keterlibatan aktif dalam pementasan di tingkat lokal hingga nasional. Modal budaya terwujud dalam keterampilan teknis dan pengetahuan tradisi, modal sosial terbentuk melalui jejaring antar seniman dan komunitas seni, sedangkan modal simbolik muncul melalui pengakuan prestasi sanggar. Habitus yang dihasilkan tidak hanya menginternalisasi teknik tari, tetapi juga membentuk identitas kultural yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan lintas pihak dan strategi adaptif dalam pelestarian tari tradisional tanpa menghilangkan esensi budayanya.
Makna Simbolik pada Tradisi Cheng Beng di Kompleks Perkuburan Sentosa Kota Pangkalpinang Annisa, Syafa Kamila Nur; Purnama, Dadang Hikmah; Reftantia, Ghina; Oktanedi, Aldri
Jurnal Empirika Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Empirika
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/je.v10i1.185

Abstract

This study aims to uncover the symbolic meanings embedded in the Cheng Beng tradition practiced by the Chinese community at the Sentosa Cemetery Complex, Pangkalpinang City. Cheng Beng is an annual ritual involving various activities such as cleaning graves, offering food and drinks, praying, and burning symbolic paper. Using a descriptive qualitative approach, this study employed in-depth interviews, observations, and documentation as data collection methods. Symbols such as incense, candles, five-color paper, spirit money, and food offerings carry profound meanings. Cleaning graves symbolizes respect for ancestors, candles represent spiritual enlightenment, and collective prayers signify gratitude, family solidarity, and hopes for ancestral protection. Beyond honoring ancestors, the tradition strengthens family bonds, preserves Chinese cultural values, and educates younger generations about the importance of filial piety. By employing the symbolic interactionism perspective, this research finds that symbolic meanings are constructed through social and cultural interactions within the Chinese community. The findings affirm that Cheng Beng is a spiritual ritual and a medium for preserving cultural identity, fostering family relationships, and maintaining community solidarity amidst modernization challenges. This tradition reflects the Chinese community's enduring values of respect, unity, and cultural heritage.