Sri Wahyu Andayani
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mem, Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Pembuatan Busana Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan negeri 4 yogyakarta tahun ajaran 2023/2024: Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Pembuatan Busana Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan riska rusnandar; Sri Wahyu Andayani; Desy Tri Inayah Inayah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 6 No 1 (2025): Volume 6 No 1 February 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol6.no1.a18650

Abstract

Dalam proses pembuatan busana di SMK Negeri 4 Yogyakarta, penelitian ini berusaha mengidentifikasi 1) variabel-variabel yang mempengaruhi minat belajar, 2) unsur-unsur yang mempengaruhi minat belajar ditinjau dari faktor internal, dan 3) aspek-aspek minat belajar ditinjau dari faktor eksternal. Kesenangan, kebiasaan belajar, minat siswa, perhatian orang tua, dan lingkungan belajar merupakan indikator faktor minat belajar. Sebanyak 104 siswa dari kelas XI Busana menjadi populasi penelitian. Dengan menggunakan sampel acak proporsional, strategi pengambilan sampel menghasilkan 61 + 6 = 67 responden, atau 60% + 10% (data hilang). Kuesioner dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Tiga puluh siswa dari populasi yang sama yang tidak termasuk dalam sampel penelitian berpartisipasi dalam uji coba instrumen. Nilai mean, median, modus, dan simpangan baku dihitung sebagai bagian dari pendekatan analisis data deskriptif. Menurut temuan, 1) 55,74% unsur-unsur yang mempengaruhi minat belajar dalam pembuatan busana dianggap memuaskan. 2) Faktor internal, khususnya indikator minat siswa yang memiliki frekuensi sebesar 55,74%, indikator kebiasaan belajar yang memiliki frekuensi sebesar 70,49%, dan indikator perasaan senang yang memiliki frekuensi sebesar 77,05%. 3) Faktor eksternal: indikasi lingkungan belajar berkategori cukup dengan frekuensi sebesar 77,05%, dan indikator perhatian orang tua berkategori cukup dengan frekuensi sebesar 36,07%. Berdasarkan hasil penelitian, minat siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 4 Yogyakarta terhadap mata pelajaran Desain Busana masih tergolong cukup. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan atau meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran Produksi Busana, para pendidik dan lembaga pendidikan harus memberikan motivasi yang cukup.
Analisis Pengetahuan Bahan Pangan Lokal pada Pembelajaran Cookies dan Candies Larasing Sekarsuci; Ika Wahyu Kusuma Wati; Sri Wahyu Andayani
Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 9 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wacanaakademika.v9i2.17781

Abstract

This quantitative descriptive study aims to analyze in-depth the level of knowledge of local food ingredients among Culinary Arts students specializing in the Cookies & Candies course in the Vocational Education (PVKK), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Academic Year 2023/2024. The urgency of this research lies in the importance of students' understanding of the potential of local resources to support sustainable culinary innovation. The instrument used was a knowledge questionnaire validated by material experts and learning evaluation experts to ensure data accuracy. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques by calculating the average percentage score at each cognitive level. The results revealed that the students' overall level of knowledge of local food ingredients was in the very high category with an average score of 91.30%. Specifically, cognitive indicators covering aspects of knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, and evaluation all showed satisfactory results. This finding confirms that students have a strong level of knowledge in integrating local food ingredients in pastry product processing, which is expected to be the main capital in vocational education.