Jefina Tri Kumalasari
Prodi Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN CONVOLUTIONNAL NEURAL NETWORK (CNN) Muhammad Haikal Abidin; Iman Febriansya Putra; Sumanto Sumanto; Ade Christian; Jefina Tri Kumalasari; Ghofar Taufiq
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 2 (2026): JEIS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no2.1145

Abstract

Road surface damage is a critical issue that can impact road user safety, transportation efficiency, and infrastructure maintenance costs. Manual road inspection methods are still widely used, but they suffer from subjective assessments that can result in inconsistent data. Therefore, an automated approach using artificial intelligence technology is needed to improve the accuracy and efficiency of road damage detection. This research aims to develop a road damage detection system using a deep learning approach based on Convolutional Neural Networks (CNN). The detection model was trained using an annotated road image dataset covering various types of road surface damage. The training and evaluation processes were conducted using an object detection architecture that included mean average precision (mAP), precision, and recall. Test results show that the CNN model can automatically detect road damage with fairly good performance. However, system performance is still affected by the limited dataset size, class imbalance, and variations in environmental conditions. The developed system has the potential to be a decision-support tool for more effective and data-driven road infrastructure maintenance.Kerusakan permukaan jalan merupakan masalah penting yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan, efisiensi transportasi, dan biaya pemeliharaan infratruktur. Metode inspeksi jalan secara manual masih banyak dipakai, memiliki kelemahan adanya subjektivitas penilaian, yang dapat menghasilkan data yang tidak konsisten. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan otomatis menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi deteksi kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi kerusakan jalan dengan pendekatan deep learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN). Model deteksi dilatih menggunakan dataset citra jalan yang mencakup berbagai jenis kerusakan permukaan jalan. Proses pelatihan dan evaluasi dilakukan dengan arsitektur deteksi objek seperti mean average precision (mAP), precision, dan recall. Hasil pengujian menunjukan bahwa model CNN dapat mendeteksi kerusakan jalan secara otomatis dengan kinerja yang cukup baik. Namun, performa sistem masih dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah dataset, ketidakseimbangan kelas, dan variasi kondisi lingkungan. Sistem yang dikembangkan berpotensi menjadi alat pendukung pengambilan keputusan untuk pemeliharaan infrastruktur jalan yang lebih efektif dan berbasis data
IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN OBAT BERDASARKAN BENTUK DAUN MENGGUNAKAN CNN Meydina Aulia Savitri; Trisna Andhika Saputra; Aziz Bayu Permata; Sumanto Sumanto; Jefina Tri Kumalasari; Ghofar Taufiq
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 2 (2026): JEIS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no2.1160

Abstract

Indonesia is one of the countries with the greatest biodiversity in the world, including a wealth of medicinal plants and herbal medicines. Despite the vast potential of herbal medicinal plants, the general public still often struggles to identify and differentiate between them. This difficulty is primarily due to limited knowledge of morphological characteristics, which can lead to misidentification and the potential consumption of poisonous plants. Advances in Artificial Intelligence (AI), particularly Convolutional Neural Networks (CNN), have opened up new opportunities for identifying medicinal plant leaf images. This study aims to apply CNNs to identify medicinal plant species based on leaf shape. This study utilized the EfficientNetV2B0 architecture, known for its superior parameter efficiency and high accuracy. This model demonstrated a validation and testing accuracy of 98%. The result of this research is a mobile application that can assist the general public in identifying medicinal plants in their environment. With this application, it is hoped that the public will more easily learn the types of herbal medicinal plants, their benefits, and how to process them. This is also expected to minimize the risk of misidentification, which can negatively impact health.Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, termasuk kekayaan tanaman obat dan jamu. Meskipun potensi tanaman obat herbal sangat besar, masyarakat umum masih sering mengalami kesulitan dalam mengenali dan membedakan jenis-jenis tanaman obat herbal. Kesulitan ini terutama disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri morfologi, yang dapat menyebabkan risiko kesalahan identifikasi dan potensi mengkonsumsi tanaman yang beracun. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya Convolutional Neural Network (CNN), telah membuka peluang baru dalam melakukan identifikasi citra daun tanaman obat. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma CNN untuk melakukan identifikasi jenis tanaman obat berdasarkan bentuk daun. Penelitian ini menggunakan arsitektur EfficientNetV2B0, yang dikenal unggul dalam efisiensi parameter dan memiliki akurasi tinggi. Model ini menunjukkan akurasi validasi dan pengujian sebesar 98%. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi mobile yang mampu membantu masyarakat awam dalam mengidentifikasi tanaman obat yang ada di sekitar lingkungannya. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengetahui jenis-jenis tanaman obat herbal beserta manfaat dan cara pengolahannya. Hal ini juga diharapkan dapat meminimalkan risiko kesalahan identifikasi yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.