Giantika Chrisnawati
Prodi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI KUALITAS JERUK MANDARIN BERBASIS WARNA RGB DAN HSV MENGGUNAKAN KNN Rizki Ananda Putra; Maulana Ibrahim; Mochammad Zulfikri; Giantika Chrisnawati
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 2 (2026): JEIS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no2.1190

Abstract

This study aims to automatically classify the quality of fresh and rotten Mandarin oranges using RGB and HSV color features with the K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm. This study adopted a quantitative experimental approach. The dataset used consisted of 150 Mandarin orange images, 75 fresh and 75 rotten, with preprocessing stages consisting of image resizing to 512 × 512 pixels and feature extraction of the average RGB and HSV channel Values. Tests were conducted with varying K Values : 1, 3, 5, and 7. The results showed that the K-Nearest Neighbor method, which utilizes RGB and HSV color attributes, was able to classify the quality of Mandarin oranges effectively. The test results showed that changes in the K parameter affected the classification results, with K = 5 producing the highest accuracy of 94.74% (AP = 0.948). This indicates that the RGB and HSV color attributes with the KNN method are effective in determining the quality of Mandarin oranges. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kualitas Jeruk Mandarin segar dan busuk secara otomatis menggunakan fitur warna RGB dan HSV dengan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Dataset yang digunakan terdiri dari 150 citra Jeruk Mandarin, masing-masing 75 citra Jeruk segar dan 75 citra Jeruk busuk, dengan tahap prapengolahan berupa resizing citra menjadi 512×512 piksel dan ekstraksi fitur nilai rata-rata kanal RGB dan HSV. Pengujian dilakukan dengan variasi nilai K = 1, 3, 5, dan 7. Hasil penelitian mendapatkan bahwa metode K-Nearest Neighbor yang memanfaatkan atribut warna RGB dan HSV mampu mengklasifikasikan dengan baik kualitas Jeruk Mandarin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan nilai parameter K mempengaruhi hasil klasifikasi, di mana K = 5 menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 94,74% dengan nilai average precision (AP) sebesar 0,948 dan memperoleh tingkat akurasi klasifikasi yang optimal. Ini menunjukkan bahwa atribut warna RGB dan HSV dengan metode KNN efektif dalam menentukan kualitas Jeruk Mandarin.
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN METODE KUANTITATIF NAÏVE BAYES Siti Hani Fadilah; Aditya Fanial Rizki; Khairunnisa Regita Cahyani; Giantika Chrisnawati
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 2 (2026): JEIS EDISI JULI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no2.1144

Abstract

TikTok is a digital interaction platform with a high user base. Cyberbullying is a technology-based form of bullying that can have serious impacts on the mental and social well-being of victims; therefore, understanding public perception of the issue is crucial. This study aims to identify public opinion trends regarding the current prevalence of cyberbullying. This study uses data from comments on a TikTok account and classifies these comments into positive, negative, and neutral sentiment classes. The method used is quantitative, with the naïve bayes algorithm, supported by text mining processes including data cleaning, tokenisation, stopword removal, stemming, and extraction using TF-IDF. The research dataset consisted of 1,100 comments, and after filtering, 779 comments were finalised. The test results show that naïve bayes is capable of providing good sentiment classification based on accuracy, precision, recall, and F1-score values. These findings are expected to raise awareness and minimise the occurrence of cyberbullying on social media.Media Sosial Tiktok menjadi salah satu ruang interaksi digital dengan tingkat pengguna yang tinggi. Cyberbullying merupakan perilaku perundungan berbasis teknologi yang dapat berdampak serius pada kondisi mental dan sosial korban, sehingga diperlukan pemahaman mengenai persepsi publik mengenai isu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan opini masyarakat terhadap kasus cyberbullying yang sedang marak terjadi. Penelitian ini menggunakan data dari komentar salah satu akun di TikTok, serta mengklasifikan komentar tersebut kedalam kelas sentiment positif, negatif, maupun netral. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan algoritma naïve bayes, didukung oleh proses text mining mulai dari pembersihan data, tokenisasi, stopword removal, stemming, dan ekstraksi menggunakan TF-IDF. Dataset penelitian ini terdiri dari 1.100 komentar dan telah dilakukan penyaringan komentar yang berubah menjadi 779 komentar. Hasil pengujian menunjukan bahwa naïve bayes mampu memberikan klasifikasi sentimen dengan baik berdasarkan nilai akurasi, precision, recall, maupun F1-score yang diperoleh. Temuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan meminimalkan terjadinya cyberbullying di media sosial