Lidya Wati Evelina
Universitas Bina Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konten Instagram Fomoplaces Terhadap Minat Berkunjung Followers Ke Kopi Slushy by Kopi Tuku Maghvira Tuzzahra; Lidya Wati Evelina
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3288

Abstract

ABSTRAK  Keberadaan media sosial saat ini mengubah cara hidup masyarakat. Media sosial memudahkan masyarakat  mencari rekomendasi tempat dan memanfaatkan fitur foto dan video sehingga memberikan gambaran lebih jelas tentang tempat tersebut. Salah satu akun Instagram yang memiliki jenis konten rekomendasi tempat makan ataupun kafe adalah @fomoplaces. Dari banyaknya konten  akun Instagram @fomoplaces, peneliti memilih konten Kopi Slushy by Kopi Tuku untuk dikaji karena konten tersebut memiliki engagement paling tinggi dibandingkan konten lainnya dalam periode 2 Januari – 15 Mei 2025. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh  konten Instagram terhadap minat berkunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan survei pada pengikut (followers) akun Instagram @fomoplaces dengan jumlah  followers sebanyak 92.400. Analisis data menggunakan software SPPS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan konten Instagram (X) memiliki pengaruh terhadap minat berkunjung (Y) sebesar 13,1%. Pada variabel (X) konten Instagram, dimensi factors menjadi dimensi yang mendapatkan nilai indeks paling tinggi. Artinya, akun Instagram @fomoplaces harus bijak mempertahankan nilai kebermanfaatan dalam membuat konten rekomendasi tempat makan dan kafe. Sedangkan, dimensi persuasion mendapat nilai indeks paling rendah. Artinya, akun Instagram @fomoplaces perlu mempertimbangkan visual konten yang ditampilkan pada unggahan Kopi Slushy by Kopi Tuku. Pada variabel (Y) minat berkunjung, minat referensial mendapatkan nilai indeks paling tinggi. Maka itu, akun Instagram @fomoplaces perlu konsisten  membuat konten sehingga semakin banyak followers membagikan konten  akun Instagram @fomoplaces. Sedangkan, minat eksploratif mendapat nilai indeks paling rendah. Artinya, akun Instagram @fomoplaces perlu membuat konten lebih informatif sehingga mendorong followers untuk mencari tahu lebih lanjut di internet. Kata-kata Kunci: Coffee shop; Followers; Instagram; Konten; Minat kunjung
Analisis Isu S (Suku) A (Agama) R (Ras) A (Antar Golongan) di Media Social Indonesia Lidya Wati Evelina
ULTIMA Comm Vol 7 No 1 (2015): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.426

Abstract

Tujuan penelitian: Untuk mengetahui konten-konten di media sosial yang berkaitan dengan Isu SARA di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2015. Untuk mengetahui alasan perlunya Etika Bermedia sosial dalam konteks masyarakat multietnis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cyberculture meliputi relasi antara nature dan technology. Pesan dalam cyber culture bila merupakan sebuah pesan yang memperkenalkan sebuah aksi atau reaksi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi terstruktur dengan para informan yang sudah dipilih dan sesuai objek penelitian (purposive sampling) dan literature review. Teknik validasi yang dipakai yaitu dengan mewawancara pengamat dan pakar social media. Analisis data menggunakan reduksi data. Hasil penelitian: Dalam Tahun 2013 hingga 2015 terdapat beberapa isi media sosial yang multietnis seperti Indonesia. Hal itu terjadi karena masyarakat penggunan media sosial belum memahami etika bermedia sosial. Akibat ketidakpahaman terhadap etika bermedia sosial berdampak pada masalah hukum. Peran pendidikan sangat diperlukan untuk mensosialisasikan etika bermedia sosial. Pemerintah perlu membuat kebijakan khusus dengan memberdayakan masyarakat melalui jalur pendidikan, komunitas dan organisasi kemasyarakatan agar paham etika komunikasi dalam penggunaan media sosial. Caranya mengaktifkan Etika bermedia sosial yang melibatkan peran masyarakat dan Kalangan industri. (LE) Kata Kunci: content, di Indonesia, isu SARA, social media
Adaptive and Innovative Behavior of Public Relations Officers During the COVID-19 Crisis: Formulating the 5C Model Dani Vardiansyah; Santi Delliana; Lidya Wati Evelina; Erna Febriani
Scriptura Vol. 15 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.15.2.%p

Abstract

The Covid-19 pandemic disrupted the operational stability of businesses across sectors, forcing Public Relations Officers (PROs) to adapt and innovate rapidly to sustain organizational resilience. This study investigates PRO behavior within organizations ranging from micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to national-level institutions, focusing on how communication practitioners navigated crisis-induced uncertainty. Informants were purposively selected PROs who directly managed organizational communication during the pandemic, and data were gathered through in-depth interviews conducted between 2021 and 2022. The urgency of this study lies in the limited empirical documentation of PRO behavioral patterns across organizational scales during COVID-19, despite the pandemic serving as a stress test for crisis communication capacity. Using a postpositivist paradigm and qualitative case study approach, this research employed the Kübler-Ross Change Curve as an analytical indicator to map adaptive and innovative responses. Findings reveal seven behavioral phases: shock, denial, frustration, depression, experiment, innovation decision, and integration; supported by five strategic endeavors: alignment building, communication enhancement, motivation ignition, capability development, and knowledge sharing. The study offers conceptual novelty through the proposed 5C Formula for Adaptation and Innovation, in which changing the paradigm and creating new habits represent adaptive stages. At the same time, creative approaches, channel optimization, and collaborative agreements constitute the innovation stages. This formula contributes an integrative framework for understanding PRO crisis behavior and offers practical guidance for future organizational communication strategies in prolonged disruptive conditions.