Cory Vidiati
Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Perbankan Melalui Open Banking dan API: Kajian Literatur dan Studi Kasus pada Aplikasi Livin’ by Mandiri Rhisma Dillawati; Cory Vidiati
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1.1
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.10493

Abstract

Transformasi digital telah menjadi pendorong utama perubahan dalam industri perbankan Indonesia, salah satunya melalui penerapan open banking dan Application Programming Interface (API). Artikel ini menganalisis perkembangan konsep open banking serta implementasinya melalui studi kasus aplikasi Livin’ by Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan analisis data sekunder terkait fitur, regulasi, serta performa layanan digital Bank Mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa open banking memungkinkan kolaborasi yang lebih luas antara bank dan pihak ketiga, sehingga meningkatkan inovasi produk, efisiensi operasional, dan pengalaman pengguna. Studi kasus pada Livin’ by Mandiri memperlihatkan bahwa integrasi API mampu mendukung layanan pembayaran, top-up, direct debit, serta konektivitas dengan berbagai platform digital. Meski demikian, implementasi open banking masih menghadapi tantangan, terutama terkait keamanan data, kesiapan infrastruktur, serta literasi digital nasabah. Penelitian ini menegaskan bahwa API dan open banking berperan penting sebagai fondasi transformasi digital perbankan di Indonesia. Kata kunci: open banking, API, transformasi digital perbankan, inovasi layanan keuangan, Livin’ by Mandiri
Implementasi Prinsip Kehati-Hatian Untuk Mencegah Gagal Bayar dan Fraud dalam Fintech Syariah: Studi Kasus Pada Layanan PayLater Nurul Hasanah; Cory Vidiati
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1.1
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.10497

Abstract

Perusahaan fintech yang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia tidak hanya memberikan kemudahan bagi penggunanya, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diperhatikan, terutama risiko gagal bayar dan penyalahgunaan data (fraud). Salah satu layanan yang rentan terhadap risiko tersebut adalah Buy Now PayLater (BNPL). Dalam konteks fintech syariah, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential principle) menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan operasional bisnis tetap sesuai dengan nilai-nilai syariah serta melindungi kepentingan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian dalam upaya mencegah risiko gagal bayar dan fraud pada layanan PayLater berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dari jurnal ilmiah, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip kehati-hatian melalui analisis 5C, 4P, dan 3R serta penggunaan sistem Electronic Know Your Customer (e-KYC) mampu meminimalisir risiko gagal bayar dan potensi fraud. Selain itu, peran OJK melalui pengawasan dan penerapan regulasi seperti POJK No. 77 Tahun 2016 dan POJK No. 13 Tahun 2018 juga memperkuat tata kelola serta perlindungan konsumen dalam ekosistem fintech syariah. Dengan demikian, penerapan prinsip kehati-hatian secara optimal dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis fintech syariah di Indonesia. Kata kunci: Fintech Syariah; Prinsip kehati-hatian; Risiko Gagal Bayar; Fraud; PayLater.