Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Scientific trends in bioactive compounds in food: a bibliometric analysis focused on publications in 2015–2025 murdiah murdiah; Baiq Afriza Lia Fitri; Yossy Ayuliansari; Baiq Pebrianti Hidayati; Nurhayati Nurhayati
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jafp.v5i1.31461

Abstract

Bioactive compounds in food have become a central subject of research due to their significant role in promoting health and preventing chronic diseases. This study presents a bibliometric analysis of research trends in bioactive compounds in food from 2015–2025. Data were collected and processed using the Publish or Perish software and Ms. Excel from Google Scholar, applying the keywords “bioactive compounds in food”. VOS-viewer was used to visualize keyword co-occurrence and citation networks. The bibliometric analysis of publications on bioactive compounds in foods generated 340 articles with a steadily growing research interest. The high frequency of studies focused on delivery systems, antioxidant activity, and compound stability underscores a strong emphasis on the practical application and health functionality of bioactive compounds in foods. Thematic clustering highlights diverse research focuses, including marine-based ingredients, plant-derived phytochemicals, functional food formulation, and processing technologies. Overlay and density visualizations further indicate a temporal shift from compound identification and extraction toward application, bioavailability, and health impact studies.
Identifikasi Senyawa Bioaktif Pangan dan Aktivitas Antioksidan dari Biji Kemiri (Aleurites moluccana) Pulau Lombok Murdiah Murdiah; Yossy Ayuliansari; Purnama Handini
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v8i1.15212

Abstract

Biji kemiri merupakan komoditas lokal yang tersebar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun potensinya sebagai sumber isolat bioaktif spesifik masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelarut terhadap rendemen ekstraksi, profil fitokimia, dan aktivitas antioksidan biji kemiri dari Timbanuh, Sesaot, and Torean. Ekstraksi soklet bertingkat digunakan, dimulai dengan proses defatting diikuti oleh ekstraksi sekunder menggunakan metanol dan etil asetat. Konstituen kimia diidentifikasi melalui Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan kapasitas antioksidan ditentukan menggunakan uji penangkapan radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal geografis berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan distribusi kimia. Timbanuh menghasilkan fraksi asam lemak tertinggi (78,15 %), sementara ekstrak Torean sangat didominasi oleh Asam Linoleat (77,61 %). Sebaliknya, sampel Sesaot menunjukkan karakteristik kimia unik yang didominasi oleh 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-4H-pyran-4-one (DDMP) sebesar 48,13%. Profil ini berkaitan langsung dengan potensi antioksidan; ekstrak Sesaot mencapai nilai IC50 paling optimal sebesar 22,73 mg/mL untuk metanol dan 23,14 mg/mL untuk ekstrak etil asetat. Data hasil GC-MS menunjukkan sampel ekstrak biji Kemiri Torean dan Timbanuh optimal untuk fortifikasi asam lemak Omega-6, sedangkan kemiri dari wilayah Sesaot menyediakan isolat fungsional yang kaya akan antioksidan turunan pyranone. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pemilihan sumber biji kemiri secara presisi untuk aplikasi pangan fungsional khusus dan standardisasi industri.