Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Bekisting Multiplek dan Papan Kayu terhadap Kuat Tekan Beton Anggi Febriandy; Elvira Elvira; Eti Sulandari
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1231

Abstract

Formwork is a critical component in concrete construction as it functions as a temporary mold that can influence concrete quality, particularly during placement and early curing stages. In construction practice, especially in small- to medium-scale projects, timber formwork is still widely used due to economic considerations; however, its water-absorbing characteristics may reduce concrete compressive strength. As an alternative, plywood formwork and various surface coatings have been applied, yet their comparative influence on concrete compressive strength has not been extensively evaluated in a systematic manner. This study aims to analyze the effect of formwork material and surface coating type on the 28-day compressive strength of concrete. An experimental laboratory method was employed using cubic specimens measuring 15×15×15 cm, with two target concrete grades of 20 MPa and 30 MPa. The variations included steel, timber, and plywood formwork, combined with plastic sheet coating, release oil, and oil-based paint. Compressive strength testing was conducted at 28 days, and the results were analyzed using a descriptive–comparative approach with steel formwork as the reference. The results indicate that plywood-based formwork, particularly plywood coated with oil-based paint, produced compressive strength values closest to the reference. In contrast, timber-based formwork showed greater reductions in compressive strength across both concrete grades. Based on these findings, the use of plywood formwork with paint coating is recommended as a more reliable alternative to timber formwork under similar testing conditions.
Analisis Pengaruh Variasi Bahan Tambah Anti-Stripping Terhadap Nilai Indeks Kekuatan Sisa Pada Campuran Panas Stone Matrix Asphalt Halus Definata; Slamet Widodo; Eti Sulandari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan lentur merupakan jenis perkerasan jalan yang banyak digunakan di Indonesia namun kerusakan dini pada konstruksi perkerasan lentur sering kali disebabkan oleh pengelupasan lapisan aspal akibat pengaruh air dan kelembaban (stripping). Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan bahan tambah anti-stripping, termasuk pada anti-stripping jenis wetfix-312R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan anti-stripping jenis wetfix-312R terhadap sifat karakteristik aspal penetrasi 60/70, karakteristik campuran, dan nilai indeks kekuatan sisa pada campuran Stone Matrix Asphalt Halus (SMA-Halus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Variasi anti-stripping yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0%, 0,2%, 0,4%, dan 0,6%. Bedasarkan analisis parameter marshall yang meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, dan draindown, diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0,2% anti-stripping memberikan kinerja paling optimal dengan nilai stabilitas tertinggi sebesar 749,57 kg dan nilai indeks kekuatan sisa sebesar 92,369%. Sementara itu, variasi anti-stripping 0%, 0,4% dan 0,6% secara berturut-turut menghasilkan nilai indeks kekuatan sisa sebesar 90,261%, 90,820% dan 90,216%. Secara keseluruhan, seluruh variasi campuran yang diuji memenuhi batas minimum stabilitas sisa sebesar 90%. Kesimpulannya, penggunaan anti-stripping wetfix-312R mampu meningkatkan ketahanan campuran terhadap kerusakan akibat pengaruh air.
Perencanaan Fasilitas Pedestrian di Ruas Jalan Khatulistiwa (Studi Kasus : Kawasan SMPN 20 Pontianak) Mashandra Crisnia Oktavilana; Said Basalim; Eti Sulandari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas pejalan kaki merupakan komponen mendasar dari infrastruktur jalan perkotaan, yang menyediakan ruang yang memadai guna pejalan kaki  bergerak dengan aman dan nyaman. Jalan Khatulistiwa, khususnya ruas yang berbatasan dengan SMPN 20 Pontianak, masih kekurangan fasilitas pejalan kaki yang memadai, meskipun terdapat beberapa fasilitas umum yang mendorong aktivitas berjalan kaki yang cukup tinggi. Penelitian ini menganalisis karakteristik pergerakan serta merencanakan fasilitas pejalan kaki utama serta pendukung yang diperlukan sepanjang ruas tersebut. Pendekatan kuantitatif yang menggabungkan pengamatan lapangan dengan analisis kuantitatif deskriptif diterapkan, dengan mengacu pada Highway Capacity Manual (HCM) 2000 dan Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki No. 07/P/BM/2023. Pengamatan dilakukan selama tiga hari kerja di dua titik pengamatan sepanjang segmen 320 meter. Karakteristik tertinggi yang tercatat adalah volume pejalan kaki 11 orang/menit, kecepatan rata-rata ruang 63,61 meter/menit, arus pejalan kaki 6,02 orang/meter/menit, kepadatan pejalan kaki 0,109 orang/ meter2, dan ruang pejalan kaki 21,02 meter2/orang. Lebar trotoar efektif yang direncanakan sesuai dengan ketentuan minimum 1,85 meter, dan pelican crossing direkomendasikan sebagai fasilitas penyeberangan di permukaan jalan yang paling tepat untuk melindungi pejalan kaki di lingkungan sekolah ini.