Rizka Adelia Amanda
Universitas Tangerang Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES Dicky Rafly Pradana; Rizka Adelia Amanda; Rifa’atussalwa Hayati; Widya Gusvita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2523

Abstract

Budaya lokal dalam karya sastra sering direpresentasikan tidak hanya melalui pernyataan eksplisit, tetapi juga melalui tanda, simbol, tindakan tokoh, dan relasi sosial yang dibangun dalam teks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca kembali cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari sebagai teks sastra yang merekam nilai budaya masyarakat pedesaan di tengah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan daya tahan hidup masyarakat desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi budaya lokal dalam cerpen Senyum Karyamin melalui kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah teks cerpen Senyum Karyamin, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan semiotika, budaya lokal, dan kajian sastra Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima tanda budaya yang dominan, yaitu kerja keras, kesederhanaan, sikap menerima keadaan atau nrimo, religiusitas, solidaritas sosial, serta senyum Karyamin sebagai tanda ironi penderitaan dan keteguhan hidup. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menceritakan kehidupan buruh desa yang miskin, tetapi juga merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pedesaan Banyumas yang menjunjung kesabaran, ketekunan, kehidupan kolektif, dan kepasrahan spiritual. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan terletak pada penguatan pembacaan semiotik sebagai cara mengungkap makna budaya lokal serta penempatan cerpen sebagai dokumen kultural yang menyimpan nilai kehidupan masyarakat.  
Representasi Nilai Kemanusiaan Dalam Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Dan Teori Representasi: The Representation of Human Values in the Novel Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari: A Sociology of Literature and Representation Theory Study Rizka Adelia Amanda; Widya Gusvita; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2576

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi nilai kemanusiaan dalam novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari melalui perspektif sosiologi sastra dan teori representasi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca sastra sebagai ruang refleksi atas merosotnya nilai kemanusiaan dalam praktik pembangunan yang koruptif, materialistis, dan berorientasi pada kuasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk nilai kemanusiaan yang direpresentasikan dalam novel serta menjelaskan keterkaitannya dengan konteks sosial-politik pembangunan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-kontekstual. Data berupa narasi, dialog, tindakan tokoh, dan peristiwa yang mencerminkan kejujuran, solidaritas, kepedulian, keadilan, integritas, dehumanisasi, dan resistensi moral. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis secara hermeneutik dengan menghubungkan unsur tekstual, struktur cerita, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan nilai kemanusiaan melalui solidaritas sosial, kritik terhadap dehumanisasi pembangunan, dan perlawanan moral terhadap sistem proyek yang korup. Implikasinya, sastra dapat berfungsi sebagai kritik etis dan media pendidikan karakter.
ANALISIS TINDAK TUTUR PODCAST SUARA BERKELAS "KALAU KAMU MAU PUNYA CRITICAL THINKING, JANGAN SKIP OBROLAN INI" Rizka Adelia Amanda; Sonya Trikandi; Dicky Rafly P; Yasmin Fadilah; Rifaatussalwa Hayati
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23666

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur pada podcast “Suara Berkelas” berjudul “Kalau Mau Punya Critical Thinking, Jangan Skip Obrolan Ini”. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan tindak tutur dengan menganalisis teks teks dengan mengeksplorasi dan memahami data sesuai dengan tema. Data berupa tuturan lisan yang mengandung tindak tutur, sedangkan sumber data berupa podcast Suara Berkelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur representatif terdiri dari 2 data data dibuktikan dengan menjelaskan suatu kejadian sesuai fakta. Tindak tutur komisif terdiri dari 2 data data dibuktikan dengan adanya komitmen dan niat dari penutur kepada petutur. Tindak tutur ekspresif terdiri dari 2 data dibuktikan dengan  perasaan dan emosional seseorang. Tindak tutur direktif terdiri dari 1 data dibuktikan dengan mempengaruhi seseorang pada situasi tertentu.Kata Kunci: Podcast, Psikolinguistik, Tindak Tutur.  AbstractThis study aims to describe speech acts in the podcast "Suara Berkelas" entitled "If You Want to HaveCritical Thinking, Don't Skip This Chat”. The research method uses a descriptive qualitative approach to describe speech acts by analyzing texts by exploring and understanding data according to the theme. The data is in the form of oral speech containing speech acts, while the data source is the Suara Berkelas podcast. The data collection technique uses the listening and note-taking technique, the validity of the data uses theoretical triangulation. The results of the study show that representative speech acts consist of 2 data proven by explaining an event according to the facts. Commissive speech acts consist of 2 data proven by the commitment and intention of the speaker to the speaker. Expressive speech acts consist of 2 data proven by someone's feelings and emotions. Directive speech acts consist of 1 data proven by influencing someone in a certain situation.Keywords: Podcast, Psycholinguistics, Speech Acts.