Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Utilization of Online Learning Platforms to Improve Elementary School Teachers’ICT Competence: Pemanfaatan Platform Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Kompetensi TIK Guru SD Dodiet Enggar Wibowo; Anwar Senen; Ali Mustadi; Muhammad Nur Wangid; Nita Pratiwi; Miftakhuddin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.875 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1018

Abstract

To support Learning From Home (BDR), elementary school teachers in Kapanewon Kokap, Yogyakarta, have low ICT skills. This service seeks to improve the ICT competence of elementary school teachers in Kapanewon Kokap. This service activity is carried out in an action research design that adopts a workshop procedure. This activity is divided into three stages. In the first and second stages, classical discussions (supervision) were carried out which were guided by professionals. The topics of discussion are various online learning platforms that can be used by participants. In the third stage, participants practice developing and utilizing online learning platforms, then presenting them to supervisors and other participants. The results of this service activity indicate a significant increase in ICT competence, both at the level of knowledge acquisition, knowledge deepening, and knowledge creation. This can be seen from the increase in the score of the post-test results. This increase can facilitate the implementation of their obligations to provide appropriate education and teaching according to the characteristics of today's children. Abstrak Untuk mendukung Belajar Dari Rumah (BDR), guru SD di Kapanewon Kokap, Yogyakarta, memiliki keterampilan TIK yang rendah. Pengabdian ini berusaha meningkatkan kompetensi TIK guru SD di Kapanewon Kokap. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam desain penelitian tindakan yang mengadopsi prosedur workshop. Kegiatan ini terbagi ke dalam tiga tahap. Pada tahap pertama dan kedua, dilakukan diskusi klasikal (supervisi) yang dibimbing oleh profesional. Topik diskusi adalah berbagai platform pembelajaran online yang dapat digunakan oleh peserta. Pada tahap ketiga, peserta berlatih mengembangkan dan memanfaatkan platform pembelajaran online, kemudian mempresentasikannya kepada supervisi dan peserta lainnya. Hasil kegiatan pengabdian ini mengindikasikan adanya peningkatan kompetensi TIK yang signifikan, baik pada tingkat perolehan pengetahuan, pendalaman pengetahuan, maupun penciptaan pengetahuan. Hal ini terlihat dari peningkatan skor hasil post-test. Peningkatan tersebut dapat mempermudah pelaksanaan kewajiban mereka untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik anak-anak saat ini.
Implikasi empat modalitas belajar Fleming terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Miftakhuddin; Hadi Hardiansyah; Nurdin Kamil
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.87 KB)

Abstract

Many primary school teachers have not mastered the fundamentals of differentiated learning in the Kurikulum Merdeka. This study aims to address this issue by presenting the implications of Fleming’s research findings on student learning styles on differentiated learning practice. This qualitative study was conducted using a content analysis design. Data were gathered by reviewing the contents of the Kurikulum Merdeka document and Fleming’s research report. The obtained data were then processed using the steps proposed by Miles and Huberman, which included data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings of this study indicate that the Audio-Visual-Read/Write-Kinesthetic learning style is highly relevant to the implementation of differentiated learning in the Kurikulum Merdeka. Fleming's findings confirm that everyone has at least one of the four learning styles listed above. The implementation guidelines for the Kurikulum Merdeka instruct the use of differentiated learning based on the characteristics of each pupil. That means, one of the fundamental considerations in designing and implementing differentiated learning should be Fleming’s findings about learning modalities. According to the findings of this study, differentiated learning in the Kurikulum Merdeka is assumed to be well-executed when the teacher is able to identify students’ learning styles prior to designing learning
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Dalam Berbahasa Lisan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Di Sekolah Dasar Negeri Sukatani I Aura Azahra; Umi Sumiati; Miftakhuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11421

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa sekolah dasar dalam berbahasa lisan, ditandai dengan kurangnya keberanian mengemukakan pendapat, rendahnya keaktifan dalam pembelajaran, serta keterbatasan menyampaikan ide secara lisan dengan terstruktur. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh metode bermain peran (role playing) terhadap kepercayaan diri siswa kelas V dalam berbahasa lisan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri Sukatani I. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 35 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kepercayaan diri, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kepercayaan diri kelompok eksperimen meningkat dari 26,69 pada pretest menjadi 44,80 pada posttest. Uji Independent Samples T-Test memperoleh nilai signifikansi <0,001 (lebih kecil dari 0,05) dengan selisih rata-rata (mean difference) sebesar 5,057, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa lisan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V sekolah dasar.
DINAMIKA BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI SLANG DALAM INTERAKSI MEDIA SOSIAL SEBAGAI INOVASI MATERI PEMBELAJARAN SOSIOLINGUISTIK Khoirun Nisa; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2570

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menggeser paradigma komunikasi masyarakat modern, di mana bahasa tidak lagi dipandang sebagai sistem formal yang statis, melainkan sebagai entitas sosial yang dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang bentuk, makna, dan fungsi bahasa slang di media sosial sebagai inovasi materi pembelajaran sosiolinguistik yang relevan dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap unggahan populer di platform Instagram dan TikTok selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk slang seperti yolo, ragebait, dan delulu yang terbentuk melalui proses akronim, pemaduan kata (blending), serta pemendekan istilah (clipping). Penggunaan slang ini berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional yang intens, penguat identitas kelompok (khususnya Generasi Z dan Alfa), serta strategi komunikasi efisien yang mampu menembus batas-batas formalitas di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa gaul merupakan respon alami terhadap kecepatan interaksi media sosial yang menuntut efektivitas pesan tanpa mengabaikan aspek solidaritas sosial antarpenutur. Dinamika kebahasaan ini sangat potensial diintegrasikan sebagai materi ajar sosiolinguistik yang inovatif agar siswa dapat memahami hubungan nyata antara bahasa dan masyarakat tutur secara kritis, kontekstual, serta mampu membedakan penggunaan variasi bahasa sesuai dengan situasi sosialnya. Dengan menjadikan fenomena viral sebagai objek kajian ilmiah, pembelajaran bahasa diharapkan menjadi lebih hidup, menarik, dan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik di tengah pesatnya perubahan zaman.
ANALISIS LINGUISTIK JUDUL BERITA CLICKBAIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI INFORMASI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN BAHASA Tiara; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2573

Abstract

Penelitian ini menganalisis manipulasi linguistik dalam judul berita clickbait pada media online dan dampaknya terhadap kemampuan membaca informasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap judul berita pada rentang waktu Oktober 2024 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan sengaja memanfaatkan penghilangan elemen kalimat, homonim ambigu, dan interjeksi yang bersifat persuasif guna menciptakan celah informasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca. Kegiatan ini terbukti menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat dan merusak cara berpikir serta berbicara mereka. Penelitian ini menyarankan agar analisis kritis terhadap teks media dimasukkan ke dalam kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan kognitif siswa di zaman digital.