Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR RISIKO TERJADINYA OBESITAS PADA BALITA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGSEMBUNG Denisa Tria Loviana; Ade yusuf; Imam Syakhruddin; Trisy Adwita Heraviani; Eva Roslyana; Rhiza Mohammad Ishaq Sobari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kegemukan (obesitas) menjadi masalah kesehatan yang cukup serius bagi Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat. Sekitar 7% anak balita diperkirakan mengalami kegemukan pada tahun 2018. Orang tua yang mengalami obesitas dapat mempengaruhi kejadian obesitas pada anaknya. Selain dari pemasukan energi atau asupan makanan, pengeluaran energi juga mempengaruhi kejadian obesitas seperti aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan banyak energi yang tersimpan sebagai lemak, sehingga pada orang yang kurang melakukan aktivitas dengan pola makan konsumsi tinggi memungkinkan menjadi gemuk. Obesitas sebenarnya dapat dicegah dengan deteksi dini dan identifikasi faktor risiko yaitu dengan menggunakan alat ukur berat badan dan tinggi badan. Tujuan: Menganalisis faktor risiko terjadinya obesitas pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangsembung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling sebanyak 101 responden. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji spearman, uji koefisiensi kontingensi dan regresi logistic. Hasil: Terdapat hubungan antara riwayat obesitas pada keluarga, pendapatan orang tua dan pengetahuan ibu dengan kejadian obesitas (p<0,05) sedangkan pola makan dan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas (p>0,05). Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling berpengaruh pada kejadian obesitas pada balita 1-5 tahun. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat obesitas pada keluarga, pendapatan orang tua dan pengetahuan ibu dengan kejadian obesitas pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangsembung. Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling berpengaruh pada kejadian obesitas pada balita 1-5 tahun.Kata Kunci: Balita, Faktor Risiko, Obesitas. Background: Overweight (obesity) is a serious health problem for Indonesia with an increasing incidence. Around 7% of children under five are estimated to be overweight in 2018. Obese parents can influence the incidence of obesity in their children. Beside of energy supply or food intake, energy expenditure also affected the incidence of obesity such as physical activity. Lack of physical activity causes a lot of energy to be stored as fat, so people who lack activity with a high consumption diet may become fat. Obesity can actually be prevented by early detection and identification of risk factors, namely by using weight and height measuring instruments.Aim: This study aimed to analyzed correlation of risk factors and obesity in toddler 1-5 years old in the Working Area of Puskesmas Karangsembung. Methods: This study used analytic observational method with a cross sectional design. The sample technique used simple random sampling with 101 respondents. The data was analyzed statistically used spearman test, contingency coefficient test and logistic regression. Result: There was a correlation between obesity history in family, parent’s income and mom awareness with incidence of obesity (p<0,05). While dietary habit and physical activity hasn’t a significant correlation with the incidence of obesity (p>0,05). Mom awareness is the most influential factor in the incidence of obesity in toddlers 1-5 years old.Conclusion: There is a correlation between obesity history in family, parent’s income and mom awareness with incidence of obesity in toddler 1-5 years old in the Working Area of Puskesmas Karangsembung. Mom awareness has the most influentialin the incidence of obesity in toddlers 11-5 years old. Conclusion: Toddler, Risk Factor, Obesity.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON Kevin Gea Erlangga; Ade Yusuf; Widiyatmiko Arifin Putro; Rendy Agustian; Dimas Aryo Kusumo; Arif Wibowo
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang melibatkan kartilago, lapisansendi, ligamen dan tulang sehingga dapat menyebabkan kekakuan sendi. Perjalanan penyakit biasanyalambat, namun dapat menyebabkan nyeri sendi hebat hingga disabilitas berupa kegagalan gerak sendi.Perubahan radiografi, terutama osteofit sangat umum pada osteoartritis yang dapat dinilai bedasarkankriteria Kellgren-Lawrence. Obesitas, penuaan dan jenis kelamin perempuan merupakan faktor risikodalam tingkat keparahan pasien OA.Tujuan : Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelamin terhadap derajatkeparahan osteoartritis di RSUD Waled Kabupaten Cirebon.Metode : Penelitian observasional dengan desain Cross Sectional dari data rekam medis pasienosteoartritis tahun 2021 di Rawat Jalan Poliklinik Orthopaedi RSUD Waled Kabupaten Cirebon.Analisis statistik dilakukan dengan uji kolerasi Spearman dan Regresi Logistik dengan aplikasi SPSSversi 25 for windows. Untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelaminterhadap derajat keparahan osteoartritis.Hasil : Hasil analisis didapatkan p=0,042 (p<0,05) pada indeks massa tubuh dengan derajatosteoartritis. Pada usia terhadap derajat keparahan osteoartritis didapatkan p=0,001 (p<0,05) dan padajenis kelamin terhadap derajat keparahan osteoartritis didapatkan p=0,008 (<0,05). Dengan hasil regresilogistik didapatkan variabel yang memiliki pengaruh yang paling besar dengan derajat osteoartritisterdapat pada variabel jenis kelamin karena nilai Exp(B) (10,772) lebih besar dari variabel IMT (2,166)dan usia (5,262).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelaminterhadap derajat keparahan osteoartritis di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. ABSTRACTIntroduction : Osteoarthritis (OA) is a degenerative disease that involves cartilage, joint lining,ligaments and bones so that it can cause joint stiffness. The course of the disease is usually slow, butcan cause severe joint pain to disability in the form of joint motion failure. Radiographic changes,especially osteophytes, are very common in osteoarthritis which can be assessed according to theKellgren-Lawrence criteria. Obesity, aging and female gender are risk factors in the severity of OApatients.Purposes : Knowing the relationship between body mass index, age and gender on the severity ofosteoarthritis in the Waled Hospital, Cirebon DistrictMethods : Observational research with a cross sectional design from medical record data ofosteoarthritis patients in 2021 at the Outpatient Orthopedic Polyclinic of Waled Hospital, CirebonRegency. Statistical analysis was performed with Spearman correlation test and logistic regression withSPSS version 25 for windows application. To determine the relationship between body mass index, ageand gender to the severity of osteoarthritis.Hasil : The results of the analysis obtained p = 0.042 (p <0.05) on the body mass index with the degreeof osteoarthritis. For age, the severity of osteoarthritis was found to be p=0.001 (p<0.05) and forgender, the severity of osteoarthritis was p=0.008 (<0.05). With the results of logistic regression, it was found that the variable that had the greatest influence on the degree of osteoarthritis was found inthe sex variable because the value of Exp(B) (10.772) was greater than BMI (2,166) and age (5,262).Discussion : There is a significant relationship between body mass index, age and gender on theseverity of osteoarthritis in Waled Hospital, Cirebon Regency.Keywords : Osteoarthritis, Osteoarthritis Severity, Obesity, Aging