Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE USE OF EDUCATIONAL TECHNOLOGY TO SUPPORT DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN PRIMARY SCHOOL CLASSROOMS IN INDONESIA Ulvah Sari Rezeki; Gemala Widiyarti
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 3 No. 4 (2023): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI RESEARCH CENTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v3i4.204

Abstract

Differentiated instruction is increasingly needed in primary schools because students enter classrooms with diverse readiness levels, learning interests, learning profiles, digital familiarity, and academic needs. However, many teachers still experience difficulty implementing differentiation because of limited time, large class size, assessment demands, and the complexity of providing varied learning pathways. Educational technology offers practical support for differentiated instruction by enabling diagnostic assessment, flexible grouping, multimodal content delivery, adaptive tasks, formative feedback, and student-paced learning. This study aims to examine how educational technology supports differentiated instruction in primary schools and how it affects students’ learning engagement and academic achievement. The study employed a mixed-method design using a quasi-experimental pretest-posttest control group approach supported by classroom observations, teacher interviews, student interviews, and document analysis. The participants were 124 Grade V students and eight primary school teachers. The experimental group received technology-supported differentiated instruction for eight weeks, while the control group received conventional instruction. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, paired-sample t-tests, independent-sample t-tests, and effect size analysis. Qualitative data were analyzed thematically. The findings showed that technology-supported differentiated instruction improved students’ achievement and engagement more substantially than conventional instruction. Qualitative findings revealed that educational technology helped teachers identify students’ needs, provide tiered materials, monitor learning progress, and give timely feedback. The study concludes that educational technology can strengthen differentiated instruction when it is pedagogically guided, assessment-informed, inclusive, and aligned with primary students’ developmental characteristics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MENULIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rendinal Gumay; Ulfa Sari Rezeki; Gemala Widiyarti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media interaktif terhadap motivasi dan hasil belajar menulis siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V SD Swasta Al Washliyah 2 P UNIVA yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar menulis. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Liliefors dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat dari rata-rata 40,75 dalam kategori sedang menjadi 52,87 dalam kategori tinggi. Hasil belajar menulis juga mengalami peningkatan dari rata-rata pretest 70,04 menjadi rata-rata posttest 86,54, dengan selisih 16,50. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung hasil belajar sebesar 41,27 dan thitung motivasi belajar sebesar 60,65, keduanya lebih besar daripada ttabel 2,069 pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model STAD berbantuan media interaktif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar menulis siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media interaktif efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menulis siswa sekolah dasar. Model ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi menulis karangan dan cerita pendek.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR DAN LITERASI SAINS SISWA KELAS IV SD NEGERI 040454 PECEREN PADA MATERI ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Iin Asvika; Srie Faizah Lisnasari; Gemala Widiyarti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis media audio visual terhadap hasil belajar dan literasi sains siswa kelas IV SD Negeri 040454 Peceren pada materi energi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep energi dan belum optimalnya kemampuan literasi sains dalam mengaitkan materi IPA dengan konteks kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan media audio visual yang mampu menyajikan materi secara lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dan tes literasi sains berbasis konteks. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 77,66 pada pretest menjadi 82,66 pada posttest, dengan nilai t hitung 32,89 dan signifikansi 0,000. Rata-rata literasi sains siswa juga meningkat dari 70,15 menjadi 77,54, dengan nilai t hitung 47,07 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis media audio visual memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dan literasi sains siswa. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis media audio visual efektif digunakan dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi energi dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
PENGARUH POJOK BACA TERHADAP MINAT BACA DAN KREATIVITAS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rohayati Sitanggang; Gemala Widiyarti; Ulfa Sri Rezeki
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pojok baca terhadap minat baca dan kreativitas siswa kelas V SD Swasta Anugrah Negeri Tongging. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen berupa one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat baca, angket kreativitas, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan skor, serta secara inferensial menggunakan uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat baca siswa meningkat dari 60,20 pada pretest menjadi 82,40 pada posttest, sedangkan rata-rata kreativitas meningkat dari 47,80 menjadi 78,50. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa penerapan pojok baca berpengaruh signifikan terhadap minat baca dan kreativitas siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pojok baca berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas literasi, tetapi juga sebagai strategi pedagogis yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembiasaan membaca dan pengembangan kreativitas siswa. Dengan demikian, penerapan pojok baca dapat dipertimbangkan sebagai alternatif inovasi pembelajaran berbasis literasi untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah dasar.