Muhammad Albie Fathurrahman
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODALITAS DALAM NARASI HOAKS: TINJAUAN LINGUISTIK KORPUS PADA AKUN INSTAGRAM TURN BACK HOAX Anelka Almayda Antarsyach; Ach Fauzi; Imam Hizbullah; Muhammad Albie Fathurrahman
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.109803

Abstract

Krisis informasi digital ditandai dengan maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi yang kuat sehingga memunculkan berita palsu (hoaks). Penyebaran hoaks sulit dikendalikan, sehingga masyarakat harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasinya. Salah satu caranya dengan melihat unsur modalitas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modalitas sekaligus implikasinya dalam narasi hoaks pada akun Instagram Turn Back Hoax. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan linguistik korpus. Data diperoleh dari caption postingan akun Instagram Turn Back Hoax (@turnbackhoaxid) dan dikumpulkan dengan melakukan scraping menggunakan Apify. Analisis data dilakukan dengan bantuan software AntConc versi 4.2.4. yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi modalitas berdasarkan daftar kata untuk diklasifikasikan jenisnya, merekap frekuensi kemunculan modalitas untuk mengetahui kecenderungannya, meninjau konkordansi untuk melihat konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan penggunaan modalitas epistemik, yaitu sebesar 39% dari total 113 modalitas yang ditemukan pada konten hoaks. Modalitas tersebut  digunakan untuk membingkai informasi agar seolah-olah menjadi fakta yang pasti. Selain itu, ada modalitas lain juga ditemukan meskipun tidak dominan, yaitu intensional 32%, dinamik 18%, dan deontik 11%). Masing-masing memiliki kontribusi terhadap pembentukan narasi yang manipulatif.
Untitled Submission 11263 Muhammad Albie Fathurrahman; Titik Sudartinah; Ach Fauzi
Modality Journal: International Journal of Linguistics and Literature Vol. 6 No. 01 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/modalityjournal.v6i01.11263

Abstract

Translating Qur’anic theological terms into English presents a complex semantic challenge, as each term carries layers of theological, emotional, and cultural meaning that cannot be adequately represented by a single lexical equivalent. This study examines two key Qur’anic theological terms, ʿadhāb (عذاب) and rizq (رزق), as rendered in the English translation available in the Quranic Arabic Corpus (QAC). Employing a corpus-based approach within the theoretical frameworks of Mona Baker’s (1992) contextual meaning theory and Nida and Taber (1982)’s formal-dynamic equivalence theory, the study analyzes 377 occurrences of both terms in the Qur’an. The findings reveal that QAC predominantly employs formal equivalence: ʿadhāb is rendered as punishment (318 of 322 instances), while rizq is rendered as provision (54 of 55 instances). This dominance of literalism produces significant semantic narrowing. The term ʿadhāb, which encompasses metaphysical, eschatological, and socio-political dimensions, is reduced to a purely retributive legal concept. Similarly, rizq, encompassing both material and immaterial divine bestowals, including blessings, knowledge, and spiritual tranquility, is reduced to a mere physical subsistence notion. This study recommends more contextually sensitive translation strategies, including term retention, explicitation, footnotes, and contextual description, to preserve the theological accuracy and integrity of Qur’anic meaning in the target language.