This Author published in this journals
All Journal BASASTRA
Nafisah Amatullah
Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMAHAMAN MAKNA TEKS MAHASISWA BIPA TIONGKOK LEVEL 3: KAJIAN SEMANTIK Estri Sri Utami; Nafisah Amatullah; Elisya Rahmadini; Lutviah Mirza Kaaristina; Zakiya Hidayatus Shofiyana Azzahroh; Dany Ardhian; Nia Budiana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.112884

Abstract

Pemahaman makna dalam teks merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kajian semantik menjadi penting dalam pembelajaran BIPA karena pemahaman makna berperan dalam membantu pembelajar menafsirkan informasi secara tepat ketika membaca teks berbahasa Indonesia. Perbedaan latar belakang linguistik antara bahasa Indonesia dan bahasa pertama pembelajar sering kali menyebabkan kesulitan dalam menafsirkan makna leksikal, gramatikal, maupun kontekstual dalam teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman semantik mahasiswa BIPA Tiongkok Level 3 dalam memahami teks bacaan, khususnya teks naratif dan eksplanasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga mahasiswa BIPA Tiongkok Level 3. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur yang disusun berdasarkan kompetensi membaca dalam kurikulum BIPA Permendikbud Tahun 2017. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami teks pada tataran makro, namun masih ditemukan kendala pada pemaknaan kata, penggunaan afiks kata kerja, serta pemahaman makna dalam konteks kalimat. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kosakata, interferensi bahasa pertama, dan belum optimalnya penguasaan sistem morfosemantik bahasa Indonesia.