Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI SEJARAH KERAJAAN SUNDA Nina Herlina
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.276

Abstract

Kerajaan Sunda eksis selama delapan abad , dari abad ke-8 hingga abad ke-16. Sumber-sumber sejarah yang berisi informasi tentang Kerajaan Sunda bersifat fragmentaris dan terdiri dari berbagai jenis sumber baik berupa prasasti, naskah kuno maupun berita asing. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana informasi yang beragam itu dikoroborasikan untuk menghasilkan suatu rekontruksi kisah sebuah kerajaan yang kronologis. Untuk itu dilakukan penelitian menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Untuk memberikan eksplanasi tentang riwayat Kerajaan Sunda yang berisi informasi yang jelas , kronologis, diperlukan pendekatan yang bersifat multidimensi, selain dari aspek politik, juga diperlukan pendekatan ekonomi dan sosial. Dengan pendekatan seperti ini dapat disusun rekonstruksi Kerajaan Sunda , sebuah Kerajaan Hindu, sejak berdirinya pada abad ke-8 yang ternyata berhubungan dengan Kerajaan Galuh di Kawali. Kedua Kerajaan pernah dipersatukan melalui perkawinan politik, hingga mencapai masa keemasan pada masa Sri Baduga Maharaja memerintah dan kemudian hancur pada tahun 1579 akibat faktir internal yaitu melemahnya kepemimpinan Raja Sunda dan factor eksternal yaitu serbuan Kesultanan Banten yang beragama Islam selama setengah abad.
KARAWANG DARI MASA KERAJAAN SUNDA HINGGA MENJADI KABUPATEN Nina Herlina
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.399

Abstract

Nama Karawang semula dikenal sebagai nama sebuah pelabuhan Kerajaan Sunda yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Pelabuhan Karawang memiliki peran penting dalam perekonomian Kerajaan Sunda. Setelah Kerajaan Sunda runtuh 1579, wilayahnya terbagi atas empat pusat kekuasaan yaitu, Banten, Sumedanglarang, Cirebon, dan Galuh. Karawang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sumedanglarang yang dianggap sebagai penerus Kerajaan Sunda. Sejak 1620 an, Kerajaan Mataram melakukan invasi ke Jawa bagian Barat sehingga Sumedanglarang berada di bawah pengaruh Kerajaan Mataram. Akibatnya Karawang pun menjadi bawahan Kerajaan Mataram. Sultan Agung, penguasa Mataram, memerintahkan Rangga Gede, Raja Sumedanglarang untuk menyerahkan kekuasaannya atas daerah Karawang kepada Adipati Kertabumi IV. Pengangkatan Adipati Kertabumi IV sebagai Bupati Karawang tercantum dalam sebuah piagam Pelat Tembaga Kandang Sapi Gede. Masyarakat Karawang lebih mengenalnya sebagai Pelat Kuningan Kandang Sapi Gede. Dalam pelat tembaga tersebut tertulis pengangkatan dilakukan pada 10 mulud tahun alif yang bila dikonversikan menjadi tanggal 14 September 1633. Tanggal ini selanjutnya diputuskan Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.