Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Keluarga Berencana Berbasis Komunitas Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Heni Eka Puji Lestari; Cintika Yorinda Sebtalesy; Asasih Villasari; Kartika Kartika; Lucia Ani Kristanti
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i1.1382

Abstract

Rendahnya tingkat pengetahuan dan partisipasi pasangan usia reproduktif dalam program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah pedesaan, termasuk Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Besarnya masalah ini tercermin dalam rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi modern, khususnya kontrasepsi reversibel jangka panjang, yang meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, dan mendorong partisipasi aktif dalam KB melalui pendekatan konseling berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan kader posyandu di empat pos kesehatan masyarakat di Desa Sidomukti. Kegiatan pendidikan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan penggunaan media pendidikan seperti brosur dan alat peraga kontrasepsi. Evaluasi program dilakukan menggunakan asesmen pra-uji dan pasca-uji untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan peningkatan rata-rata sebesar 34%, disertai dengan penurunan persepsi negatif dan peningkatan minat pada metode kontrasepsi yang lebih efektif. Konseling keluarga berencana berbasis komunitas terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan memiliki potensi yang kuat sebagai model intervensi berkelanjutan untuk mendukung keluarga berencana dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Yeni Utami; Heni Eka Puji Lestari
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Yeni Utami; Heni Eka Puji Lestari
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.