Rendahnya tingkat pengetahuan dan partisipasi pasangan usia reproduktif dalam program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah pedesaan, termasuk Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Besarnya masalah ini tercermin dalam rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi modern, khususnya kontrasepsi reversibel jangka panjang, yang meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, dan mendorong partisipasi aktif dalam KB melalui pendekatan konseling berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan kader posyandu di empat pos kesehatan masyarakat di Desa Sidomukti. Kegiatan pendidikan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan penggunaan media pendidikan seperti brosur dan alat peraga kontrasepsi. Evaluasi program dilakukan menggunakan asesmen pra-uji dan pasca-uji untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan peningkatan rata-rata sebesar 34%, disertai dengan penurunan persepsi negatif dan peningkatan minat pada metode kontrasepsi yang lebih efektif. Konseling keluarga berencana berbasis komunitas terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan memiliki potensi yang kuat sebagai model intervensi berkelanjutan untuk mendukung keluarga berencana dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2026