Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dengan vektor perantara dari nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan larvasida dari bahan kimiawi merupakan cara yang paling efektif, tetapi juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi dan tentunya memiliki efek toksik terhadap lingkungan. Larvasida alami seperti ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan vektor perantara virus dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah kematian larva Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak daun sirih (Piper betle L.), daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), dan kombinasi keduanya. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan dengan 3 kelompok diantaranya adalah konsentrasi ekstrak daun sirih 1,5%; daun jeruk nipis 1%; dan kombinasi ekstrak daun sirih 1,5%;daun jeruk nipis 1% dengan perbandingan volume 1:1, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian setelah 24 jam pemaparan dengan ekstrak menunjukkan bahwa selain pada kontrol negatif, ketiga kelompok perlakuan kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis mampu membunuh larva nyamuk dengan persentase mortalitas sebesar 100%, sama seperti kelompok perlakuan kontrol positif berupa Temephos 1% (p>0,05), serta berbeda nyata dengan kelompok perlakuan kontrol negatif (p<0,05). Kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis terbukti mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dalam 24 jam. Kata kunci Ekstrak Daun Sirih, Ekstrak Daun Jeruk Nipis, Larvasida, Larva Aedes aegypti