AlfiatulJanah
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Diorama Virtual Terhadap Minat Belajar Sejarah Siswa di SMA AlfiatulJanah; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111533

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorsms Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Permasalahan rendahnya minat belajar sejarah siswa menjadi permasalahan utama yang dilatarbelakangi oleh dominasi pembelajaran konvensional berbasis ceramah yang kurang interaktif. Dalam penelitian ini mempergunakan metode penelitian quasi experimental design dengan desain non equivalent control group, penelitian ini melibatkan 72 siswa dibagi jadi kelas eksperimen (X7) dan kelas kontrol (X6).  Data dikumpulkan lewat angket minat belajar dan observasi, selanjutnya diolah mempergunakan uji t sampel berpasangan dan sampel independen. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorama Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa bernilai t-hitung 6,768 > t-tabel 2,030 dan signifikansi < 0,001. Terlihat adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain pada kelas eksperimen 0,3812 “kategori sedang” dan kelas kontrol 0,0828 “kategori rendah”. Studi ini membuktikan bahwasanya kombinasi pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning berbantuan Diorama Virtual efektif meningkatkan indikator minat belajar meliputi perasaan tertarik, perhatian, kesenangan, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran sejarah, serta perubahan pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa yang lebih bermakna dan kontekstual.