Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan E-LKPD berbasis PBL Berbantuan Liveworksheet untuk Menunjang Pembelajaran Melalui Nearpod Di SMP Negeri 13 Palembang Mgs Mhd Tibrani; Susy Amizera; Khoiron Nazip; Ermayanti Ermayanti; Nike Anggraini; Muhammad Khoirul Antony; Putri Cahyaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3610

Abstract

Salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran abad ke-21 adalah Problem-Based Learning (PBL), yang menekankan pemecahan masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Untuk mengimplementasikan PBL secara optimal, diperlukan media digital interaktif seperti E-LKPD yang terintegrasi dengan platform Liveworksheet dan dipadukan dengan penyajian materi melalui Nearpod. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Palembang yang memiliki potensi besar dalam mengadopsi pembelajaran inovatif. Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa guru masih terbatas dalam menyusun LKPD berbasis PBL dan belum terbiasa menggunakan media digital interaktif. Selain itu, guru memerlukan pendampingan teknis untuk memanfaatkan platform Liveworksheet dan Nearpod secara efektif dalam pembelajaran. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan dan workshop intensif penyusunan E-LKPD berbasis PBL berbantuan Liveworksheet, serta pelatihan integrasi E-LKPD ke dalam Nearpod. Tahapan kegiatan mencakup pelatihan konsep dasar PBL dan digitalisasi LKPD, praktik langsung penyusunan E-LKPD, serta presentasi produk. Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan akhir, observasi praktik, serta kuesioner respon peserta. Liveworksheet digunakan untuk mengubah LKPD konvensional menjadi format digital interaktif, sedangkan Nearpod berfungsi sebagai media penyajian materi yang dinamis dan partisipatif. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, template LKPD berbasis PBL, minimal sepuluh produk E-LKPD interaktif, akun aktif guru pada kedua platform, serta produk presentasi pembelajaran interaktif. Selain itu, diharapkan terbentuk komunitas guru pengembang E-LKPD dan tersusun video praktik baik. Program ini mendukung SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan IKU pendidikan tinggi, serta berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan literasi digital siswa.
Inovasi Bahan Ajar Digital Berbasis PjBL & PBL untuk Mendukung Implementasi Deep Learning bagi Guru Sekolah Menengah Dalam Menuju Pendidikan Berkualitas Susy Amizera; Khoiron Nazip; Kodri Madang; Ermayanti Ermayanti; Putri Setioningrum; Miftahul Khairah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 7 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i6.210

Abstract

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik menuntut adanya perencanaan pembelajaran yang sistematis serta inovatif. Artikel ini bertujuan menggambarkan pengembangan dan implementasi bahan ajar digital berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) sebagai strategi peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada deep learning. Konteks penelitian ini berada di SMA Srijaya Negara Palembang yang tengah melakukan transformasi menuju Lab-school Unsri, sehingga memerlukan penguatan praktik pembelajaran melalui bahan ajar digital yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan intensif bagi guru. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep deep learning (mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning) serta keterampilan dalam menyusun bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL. Identifikasi masalah di lapangan menunjukkan tiga isu utama: rendahnya pemahaman guru tentang deep learning, terbatasnya bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL, serta kurangnya integrasi bahan ajar digital dengan konsep deep learning. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pemahaman konsep, validasi produk bahan ajar digital, serta observasi implementasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, ditandai dengan 80% guru mencapai nilai post-test ≥70, 50% mampu menghasilkan bahan ajar digital yang layak, dan 50% berhasil mengintegrasikan bahan ajar digital dengan prinsip deep learning dalam pembelajaran. Dengan demikian, program ini terbukti efektif mendorong transformasi pembelajaran menuju model yang lebih partisipatif, bermakna, dan berkualitas.
Science Process Skills Profile of Madrasah Students in Supporting the Quality of Islamic Education Suprihatin Suprihatin; Rahmi Susanti; Ermayanti Ermayanti
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 11 No. 2 (2026): JIE: (Journal of Islamic Education)
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v11i2.762

Abstract

Science process skills (SPS) are essential competencies in science learning that support students' scientific thinking and inquiry abilities. However, empirical evidence regarding the SPS profiles of madrasah students as a basis for improving science learning within the context of Islamic education remains limited. This study aimed to analyze the science process skills profiles of tenth-grade students at State Islamic Senior High School 3 Palembang based on six basic science process skill indicators and to examine differences according to gender. A quantitative descriptive approach was employed involving 230 tenth-grade students selected through total sampling. Data were collected using the Basic Science Process Skills (BAPS) test and analyzed using descriptive statistics and an independent-samples t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the observation, communication, and classification indicators were categorized as high, whereas measurement and drawing conclusions were categorized as moderate. Prediction achieved the highest score in both gender groups. Although female students obtained a higher average SPS score (67%) than male students (63%), the difference was not statistically significant (p = 0.337 > 0.05). This study was limited to a single madrasah, and therefore the findings cannot be generalized to other Islamic educational settings. Nevertheless, the findings provide an empirical basis for teachers to design inquiry-oriented science instruction that strengthens students' science process skills and contributes to the improvement of science learning in Islamic educational institutions.