Putri Setioningrum
Universitas Sriwijaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Bahan Ajar Digital Berbasis PjBL & PBL untuk Mendukung Implementasi Deep Learning bagi Guru Sekolah Menengah Dalam Menuju Pendidikan Berkualitas Susy Amizera; Khoiron Nazip; Kodri Madang; Ermayanti Ermayanti; Putri Setioningrum; Miftahul Khairah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 7 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i6.210

Abstract

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik menuntut adanya perencanaan pembelajaran yang sistematis serta inovatif. Artikel ini bertujuan menggambarkan pengembangan dan implementasi bahan ajar digital berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) sebagai strategi peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada deep learning. Konteks penelitian ini berada di SMA Srijaya Negara Palembang yang tengah melakukan transformasi menuju Lab-school Unsri, sehingga memerlukan penguatan praktik pembelajaran melalui bahan ajar digital yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan intensif bagi guru. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep deep learning (mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning) serta keterampilan dalam menyusun bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL. Identifikasi masalah di lapangan menunjukkan tiga isu utama: rendahnya pemahaman guru tentang deep learning, terbatasnya bahan ajar digital berbasis PjBL dan PBL, serta kurangnya integrasi bahan ajar digital dengan konsep deep learning. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pemahaman konsep, validasi produk bahan ajar digital, serta observasi implementasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, ditandai dengan 80% guru mencapai nilai post-test ≥70, 50% mampu menghasilkan bahan ajar digital yang layak, dan 50% berhasil mengintegrasikan bahan ajar digital dengan prinsip deep learning dalam pembelajaran. Dengan demikian, program ini terbukti efektif mendorong transformasi pembelajaran menuju model yang lebih partisipatif, bermakna, dan berkualitas.