Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teknik Optimalisasi Sumber Daya Desa Pasca Bencana Melalui Pendidikan Produktivitas Pertanian, Ekonomi, Serta Pemulihan Sarana Dan Prasarana Desa Balelutu Kecamatan Ketambe: Penelitian Sabitah; Mika Sri Wa.3hyuni; Prastika; Wahyu Al Ikram Nasution; Muhammad Reza; Sri Isnaida; Makmur Hartono; Unchu Maiwanda; Khairul Anwar; Lesmana Rian Andika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5374

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya desa pasca bencana melalui pendidikan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi lokal, serta pemulihan sarana dan prasarana di Desa Balelutu, Kecamatan Ketambe. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemulihan desa. Metode PkM meliputi tahap pemetaan kebutuhan, perancangan program, pelaksanaan edukasi dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan adalah petani, pelaku ekonomi produktif desa, perangkat desa, dan masyarakat terdampak bencana yang dipilih secara purposive. Data kegiatan diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, diskusi kelompok terarah, angket sederhana, serta dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pertanian adaptif pasca bencana, meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana desa melalui keterlibatan masyarakat secara gotong royong. Pendekatan terpadu antara pendidikan produktivitas dan pemulihan fisik desa terbukti mampu mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat pasca bencana.
Perkembangan KUHAP Baru Terhadap Perlindungan HAM: Analisis Mekanisme Keadilan Restoratif dan Penundaan Penuntutan Wahyu Al Ikram Nasution; Puti Andam Sari
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 8 (2026): August
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i8.1156

Abstract

Reformasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Indonesia mencerminkan pergeseran penting menuju sistem peradilan pidana yang lebih berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia, khususnya melalui pengembangan mekanisme keadilan restoratif dan penundaan penuntutan. Penelitian ini menganalisis peran kedua mekanisme tersebut dalam memperkuat perlindungan hak asasi manusia dengan menekankan pemulihan korban, pertanggungjawaban pelaku, proporsionalitas, dan keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan restoratif memberikan ruang bagi korban, pelaku, dan pihak terkait untuk berpartisipasi dalam penyelesaian perkara pidana yang berorientasi pada pemulihan, sedangkan penundaan penuntutan menjadi alternatif dari penuntutan konvensional dengan mempertimbangkan syarat hukum dan keadaan perkara tertentu. Kedua mekanisme tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan berlebihan pada pidana penjara serta mendorong sistem peradilan pidana yang lebih manusiawi dan efektif. Namun, penerapannya memerlukan standar hukum yang jelas, prosedur transparan, pengawasan efektif, dan jaminan perlindungan yang memadai untuk mencegah pemaksaan, diskriminasi, dan penyalahgunaan kewenangan. Oleh karena itu, pembentukan KUHAP baru perlu menjamin keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan substantif, kepentingan umum, dan perlindungan hak asasi manusia.
Konsep Beneficial Ownership Dalam Perspektif Hukum Perdata Bisnis Indonesia Wahyu Al Ikram Nasution
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.612

Abstract

Konsep beneficial ownership merupakan konsep yang berkembang dalam praktik hukum bisnis modern untuk mengungkap kepemilikan dan pengendalian ekonomi yang sesungguhnya di balik kepemilikan formal suatu badan usaha. Dalam sistem hukum perdata Indonesia yang berakar pada tradisi civil law, konsep kepemilikan pada umumnya masih dipahami secara formalistik sebagaimana tercermin dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Kondisi tersebut menimbulkan problematika hukum ketika struktur kepemilikan bisnis disusun secara kompleks melalui perjanjian nominee, kepemilikan tidak langsung, atau badan hukum berlapis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep beneficial ownership dalam perspektif hukum perdata bisnis Indonesia serta implikasinya terhadap prinsip badan hukum dan kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konsep beneficial ownership belum diatur secara eksplisit dalam hukum perdata Indonesia, konsep ini memiliki relevansi penting sebagai pendekatan substantif untuk menilai pengendalian faktual dan pemanfaatan ekonomi suatu badan usaha. Sustainability reporting has become an important mechanism for the banking sector amid increasing global pressure for sustainable business practices to enhance transparency, accountability, and competitiveness in the capital market. This study aims to analyze the role of bank profitability and capital adequacy in moderating the effect of sustainability reporting disclosure (SRD) on firm value in the banking sector. The research employs a quantitative causal approach with a population of 47 commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Using purposive sampling, 37 banks met the criteria for the 2020–2023 period, resulting in 148 panel data observations analyzed using a fixed effect model. The results indicate that SRD has a positive and significant effect on firm value in the banking sector. Profitability measured by Return on Equity (ROE) significantly increases firm value and strengthens the influence of SRD on firm value. In contrast, profitability measured by Return on Assets (ROA) has no direct effect and does not moderate the relationship between SRD and firm value. Capital adequacy also shows a positive and significant effect both directly and as a moderating variable in the relationship between SRD and firm value. These findings contribute to the development of stakeholder theory, signalling theory, and legitimacy theory related to sustainability reporting by emphasizing its role in enhancing firm value in the banking sector. The novelty of this study lies in the empirical evidence that the effectiveness of SRD in increasing firm value is not universal but depends on the bank’s profitability and capital adequacy conditions.