Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desain Rumah Sakit Kanker Berbasis Healing Environment sebagai Pendekatan Arsitektur Humanis di Kota Makassar Taufik Mansyur; Sahabuddin Latif; A. Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kt42nm82

Abstract

ABSTRAK: Rumah sakit khusus kanker karsinoma di Kota Makassar merupakan bangunan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker di Kota Makassar. Tingginya angka kejadian kanker karsinoma di Kota Makassar dan terbatasnya fasilitas khusus yang menangani kasus penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah terciptanya rumah sakit khusus kanker karsinoma yang menerapkan pendekatan Healing Environment untuk meningkatkan kualitas hidup terhadap pasien, menciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, serta mendukung proses penyembuhan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan analisis kebutuhan pasien, mencari data pasien yang terkait dengan kanker karsinoma sebelumnya dengan rentang waktu lima tahun dan menghitung jumlah pengguna rumah sakit ke depannya. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah desain rumah sakit yang memadukan elemen-elemen Healing Environment, seperti taman interior dan eksterior, pencahayaan alami, serta teknologi yang mendukung proses penyembuhan dan pengobatan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, menyediakan fasilitas pengobatan yang memadai, dan menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam menerapkan pendekatan Healing Environment. Kata Kunci: Rumah Sakit Kanker, Healing Environment, Kanker Karsinoma, Kota Makassar. ABSTRACT: The cancer carcinoma specialized hospital in Makassar City is a building designed to improve the quality of life for cancer patients in Makassar City. The high incidence rate of carcinoma cancer in Makassar City and the limited specialized facilities addressing this disease are the main concerns. The aim of this research is to create a specialized carcinoma cancer hospital that applies the Healing Environment approach to enhance the quality of life for patients, creating a calm, comfortable environment that supports the healing process. The research methods used include literature study and patient needs analysis, gathering data on patients related to carcinoma cancer from the previous five years, and estimating the future number of hospital users. The result of this study is the creation of a hospital design that integrates elements of Healing Environment, such as interior and exterior gardens, natural lighting, and technology that supports the healing and treatment process. This research is expected to improve the quality of life for patients, provide adequate treatment facilities, and serve as a model for other hospitals in implementing the Healing Environment approach. Keyworsds: Cancer Hospital, Healing Environment, Cancer Carcinoma, Makassar City.  
Menerapkan Pendekatan Eco-Tech pada Perancangan Agrowisata di Kabupaten Enrekang Ramadhan Hatta; Ashari Abdullah; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Irnawaty Idrus; Andi Yusri; Muhammad Syarif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3h17ss38

Abstract

ABSTRAKIndonesia, dengan iklim tropisnya, menawarkan beragam potensi wisata dari Sabang sampai Merauke. Kabupaten Enrekang di Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan kekayaan alam yang menonjol, terutama dalam sektor pertanian sayuran. Secara geografis, 84,96% wilayah Kabupaten Enrekang didominasi oleh bukit dan gunung, dengan hanya 15,04% area datar dari total luas 46.717,48 km². Kabupaten ini terdiri dari 12 kecamatan dengan populasi 234,47 ribu jiwa pada tahun 2024, mayoritas berprofesi sebagai petani yang menghasilkan komoditas seperti bawang merah, sayuran, kopi, dan buah-buahan. Melihat potensi tersebut, perancangan Agrowisata menjadi sangat relevan untuk Kabupaten Enrekang, ditunjang oleh iklim yang mendukung, pemandangan pegunungan yang indah, dan mata pencaharian masyarakat. Proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang diminati baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan maupun pengunjung dari luar daerah, sekaligus mengembangkan potensi daerah. Pendekatan Arsitektur Ekologi dan Teknologi (eco-tech) dipilih sebagai tema perancangan, yang menggabungkan kelestarian lingkungan dengan teknologi canggih dan terbarukan. Dengan pendekatan ini, Agrowisata Kabupaten Enrekang diharapkan memiliki desain yang harmonis dengan alam dan berkelanjutan.Kata Kunci: Agrowisata, Arsitektur Ekologi dan Teknologi, Eco-Tech Architecture, Kawasan Wisata, Pertanian Sayuran ABSTRACTIndonesia, with its tropical climate, offers a wide range of tourism potential stretching from Sabang to Merauke. Enrekang Regency in South Sulawesi is one of the regions with outstanding natural wealth, particularly in the vegetable farming sector. Geographically, 84.96% of Enrekang Regency's area is dominated by hills and mountains, with only 15.04% consisting of flat land out of a total area of 46,717.48 km². The regency comprises 12 districts with a population of 234.47 thousand in 2024, the majority of whom work as farmers producing commodities such as shallots, vegetables, coffee, and fruits. Considering this potential, the development of Agrotourism is highly relevant for Enrekang Regency, supported by a favorable climate, beautiful mountainous landscapes, and the community's agricultural livelihood. This project is expected to become a popular tourist destination for both the people of South Sulawesi and visitors from outside the region, while also enhancing the area's local potential. The design adopts the theme of Ecological and Technological Architecture (eco-tech), combining environmental sustainability with advanced and renewable technology. Through this approach, the Enrekang Regency Agrotourism is envisioned to feature a design that is harmonious with nature and sustainable in the long term.Keyworsds: Agrotourism, Ecological and Technological Architecture, Eco-Tech Architecture, Tourism Area, Vegetable Farming.
Sekolah Luar Biasa Berbasis Universal Design sebagai Model Pendidikan Inklusif di Perkotaan Indonesia Sri Nindy Welisfa; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Siti Fuadillah Alhumairah Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hwwd3269

Abstract

ABSTRAKPendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan dan pendekatan pedagogis yang mendukung, tetapi juga lingkungan fisik yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Kota Makassar memiliki jumlah penyandang disabilitas yang relatif tinggi, namun ketersediaan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan fasilitas yang inklusif dan memadai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan perancangan Sekolah Luar Biasa di Kota Makassar dengan pendekatan Universal Design untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mudah diakses, dan mendukung kemandirian seluruh pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan perancangan berbasis riset dengan mengintegrasikan analisis tapak, pengumpulan data berbasis pengguna, kajian literatur, dan studi preseden. Analisis difokuskan pada kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, bentuk bangunan, serta sistem aksesibilitas guna mendukung prinsip inklusivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Universal Design—meliputi akses bebas hambatan, fleksibilitas ruang, sirkulasi yang intuitif, dan fasilitas pelengkap yang inklusif—mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, kemandirian, dan partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan arsitektur pendidikan inklusif serta dapat menjadi acuan perancangan SLB di konteks perkotaan Indonesia. Kata Kunci: Universal Design; Sekolah Luar Biasa; Arsitektur Inklusif; Fasilitas Pendidikan; Disabilitas ABSTRACTInclusive education requires not only supportive policies and pedagogical approaches but also a built environment that accommodates the diverse needs of students with disabilities. Makassar City has a relatively high number of people with disabilities, while the availability of Special Needs Schools (Sekolah Luar Biasa/SLB) with inclusive and adequate facilities remains limited. This study aims to develop a design proposal for a Special Needs School in Makassar based on Universal Design principles to create a safe, accessible, and supportive learning environment for all users. The research adopts a design-based methodology integrating site analysis, user-based data collection, literature review, and precedent studies. Analyses focus on spatial requirements, zoning, circulation, building form, and accessibility systems to ensure inclusivity and independence for students with diverse disabilities. The results demonstrate that the application of Universal Design principles—such as barrier-free access, flexible spaces, intuitive circulation, and inclusive supporting facilities—can significantly enhance learning quality, independence, and social participation among students with disabilities. This study contributes to the discourse on inclusive educational architecture by providing a contextual design framework for Special Needs Schools in urban Indonesian settings and offers insights for future educational facility planning and policy development. Keyworsds: Universal Design; Special Needs School; Inclusive Architecture; Educational Facilities; Disability