Gregorius Cristison Bertholomeus
Universitas Nusa Nipa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Mental Health on Employee Performance with Digital Culture as a Moderating Variable: Penelitian Surya Syarifuddin; Gregorius Cristison Bertholomeus; Nurohim; Rianti Setyawasih; Rahmat Aji Nuryakin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5626

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kinerja karyawan dengan budaya digital sebagai variabel moderasi dalam ekosistem kerja modern. Di era transformasi digital yang masif, stres psikologis akibat batasan kerja yang ambigu dan tuntutan konektivitas yang konstan telah menjadi isu penting yang memengaruhi produktivitas. DengaStudi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kinerja karyawan dengan budaya digital sebagai variabel moderasi dalam ekosistem kerja modern. Di era transformasi digital yang masif, stres psikologis akibat batasan kerja yang ambigu dan tuntutan konektivitas yang konstan telah menjadi isu penting yang memengaruhi produktivitas. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana stabilitas emosional dan kesejahteraan psikologis berkontribusi pada pencapaian target organisasi. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kesehatan mental yang buruk berkorelasi negatif dengan efisiensi kerja, tetapi keberadaan budaya digital yang kuat dan suportif dapat melemahkan dampak negatif ini. Budaya digital dalam studi ini diposisikan sebagai katalis yang memfasilitasi adaptasi teknologi tanpa mengabaikan aspek manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengintegrasikan kebijakan kesehatan mental ke dalam kerangka transformasi digital mereka untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.n menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana stabilitas emosional dan kesejahteraan psikologis berkontribusi pada pencapaian target organisasi. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kesehatan mental yang buruk berkorelasi negatif dengan efisiensi kerja, tetapi keberadaan budaya digital yang kuat dan suportif dapat melemahkan dampak negatif ini. Budaya digital dalam studi ini diposisikan sebagai katalis yang memfasilitasi adaptasi teknologi tanpa mengabaikan aspek manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengintegrasikan kebijakan kesehatan mental ke dalam kerangka transformasi digital mereka untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.