Ekatama, Muhammad Ihsan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran RCA Geopolimer Fly Ash (30% dan 40%) untuk Aplikasi Timbunan Jalan Ekatama, Muhammad Ihsan; Yulvi Zaika; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan berupa tingginya kebutuhan agregat lapis fondasi di satu sisi, serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan fly ash dari industri pembangkit listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal di sisi lain. Stabilisasi RCA melalui geopolimer berbasis fly ash dinilai sebagai solusi berkelanjutan tanpa semen, namun pengaruh durasi waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran tersebut pada kadar fly ash 30% dan 40% masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, 14, dan 28 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran RCA-geopolimer dengan fly ash 30% (RF30) dan 40% (RF40), menentukan waktu curing terbaik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan lapis fondasi jalan melalui pengujian laboratorium dan analisis metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Pengujian laboratorium meliputi abrasi Los Angeles, kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, dan kuat lentur pada komposisi tetap RF30 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,8) dan RF40 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu curing berpengaruh signifikan terhadap seluruh sifat fisik dan mekanis kedua campuran, dengan kuat tekan puncak dicapai pada rentang hari ke-7 hingga ke-14 sebesar 18,081 MPa (RF30) dan 18,882 MPa (RF40), keduanya telah memenuhi persyaratan Cement Treated Base menurut Spesifikasi Umum Bina Marga, MDP 2024, maupun FHWA-HIF-16-005 sejak hari ke-3. Nilai keausan Los Angeles kedua campuran konsisten di bawah batas maksimum 50% sepanjang waktu curing, mencapai 37,2% (RF30) dan 34,4% (RF40) pada hari ke-28, sedangkan kuat lentur mencapai 2,814 MPa (RF30) dan 2,599 MPa (RF40) pada hari ke-28. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi konvensional MDP 2024 setebal 60 cm dengan lapisan geopolimer tunggal mampu menurunkan defleksi hingga 42,00% (RF30) dan 27,15% (RF40) pada beban 700 kPa, sementara optimasi ketebalan berbasis prinsip layer equivalency menghasilkan lapisan RF30 setebal 20 cm dan RF40 setebal 25 cm dengan defleksi yang hampir identik terhadap struktur acuan (deviasi 3,46% dan 0,43%). Hasil ini membuktikan bahwa material RCA-geopolimer berbasis fly ash layak digunakan sebagai alternatif material timbunan lapis fondasi jalan yang lebih tipis, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate, fly ash, geopolimer, waktu curing, kuat tekan, metode elemen hingga