Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena kuat tekannya tinggi, mudah diperoleh, dan ekonomis, namun produksi semen Portland sebagai bahan pengikat utamanya berkontribusi besar terhadap emisi karbon dioksida serta menuntut konsumsi energi dan eksploitasi sumber daya alam yang besar (Habeeb et al., 2007). Kondisi ini mendorong pemanfaatan metakaolin, yaitu pozzolan hasil kalsinasi kaolin dengan kandungan silika dan alumina aktif tinggi, sebagai substitusi sebagian semen. Reaksi pozzolanik metakaolin dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen menghasilkan gel pengikat tambahan, tetapi korelasi pengaruh variasi kadarnya terhadap parameter uji tanpa merusak (Non-Destructive Test/NDT) masih jarang dikaji bersamaan dengan uji kuat tekan langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar metakaolin terhadap kuat tekan beton, hasil uji NDT, serta korelasi antara kedua metode tersebut. Benda uji silinder 150×300 mm dibuat dengan kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen (tiga sampel per variasi), menggunakan faktor air semen konstan 0,35 dan superplasticizer 1%. Pada umur 28 hari, setiap benda uji diuji dengan Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) sebelum diuji kuat tekan menggunakan Compression Testing Machine (CTM); estimasi kuat tekan non-destruktif dihitung dengan metode Sonic Rebound (SonReb) menggunakan spreadsheet Proceq, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis dengan regresi linier berganda (SPSS) dan divisualisasikan dengan MATLAB. Hasil menunjukkan substitusi metakaolin 10% memberikan kinerja paling optimum: kuat tekan meningkat dari 40,5 MPa menjadi 43,0 MPa, diikuti kenaikan angka pantul hammer (48,05→50,5), UPV (3.964,5→4.079,0 m/s), dan estimasi SonReb (40,72→43,16 MPa), sebelum seluruh parameter menurun pada kadar 15% dan 20%. Model regresi langsung menghasilkan R2=0,856 namun belum signifikan (Sig.=0,144), sedangkan model SonReb menghasilkan korelasi lebih kuat dan signifikan (R2=0,984; Sig.=0,016) dengan rata-rata deviasi terhadap kuat tekan aktual hanya 2,072%, sehingga SonReb terbukti akurat sebagai alat estimasi kuat tekan beton di lapangan. Kata Kunci: metakaolin, kuat tekan beton, hammer test, ultrasonic pulse velocity (UPV), sonic rebound (SonReb)