Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Berbasis Praktik dengan Manekin pada Kader PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di Kelurahan Ciroyom, Bandung Rizky Suganda Prawiradilaga; Meike Rachmawati; Mira Dyani Dewi; Muhammad Syah Misuari Sabirin; Afiati Afiati; Mochammad Agus Firmansyah; Faradilla Azzahra Dinariansyah; Nabilah Yahdiani Darmawan; Reyiena Kusumaryani Rahmat; Yatasya Aulia; Afni Nur Hasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2185

Abstract

Breast cancer remains the most common type of cancer found in women in Indonesia. The high proportion of diagnoses at an advanced stage is closely related to the low level of early case detection. Breast Self-Examination (BSE) is a simple, self-administered early detection strategy, but its implementation in the community, including in the Bandung area, is still suboptimal. This activity aims to assess the impact of the BSE education and training program, which emphasizes hands-on practice using a breast cancer mannequin, on improving the knowledge and skills of Family Welfare Movement (PKK) cadres in Ciroyom Village, Bandung City. The community service program was designed through three main phases: preparation, implementation, and evaluation. In the implementation phase, participants received training on breast cancer and participated in BSE training using a mannequin. A total of 55 PKK cadres participated and were divided into small groups accompanied by facilitators. Participants' understanding was evaluated through pre- and post-activity measurements, while their ability to practice BSE was assessed using a checklist. The analysis showed a statistically significant increase in knowledge (p-value 0.05). The skills evaluation yielded an average score of 1.83, with the highest achievement in the standing and bending position observation stage (1.88) and the lowest score in the breast palpation stage (1.80). These findings confirm that the direct practice-based SADARI educational approach with a mannequin is effective in increasing the knowledge and skills capacity of PKK cadres.ABSTRAKKanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling sering ditemukan pada perempuan di Indonesia. Tingginya proporsi diagnosis pada fase lanjut berkaitan erat dengan rendahnya upaya penemuan kasus sejak dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu strategi deteksi awal yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri, namun penerapannya di masyarakat, termasuk di wilayah Bandung, masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan menilai dampak program edukasi dan pelatihan SADARI yang menitikberatkan pada praktik langsung dengan bantuan manekin kanker payudara terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PKK di Kelurahan Ciroyom, Kota Bandung. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dirancang melalui tiga fase utama, yaitu tahap persiapan, implementasi kegiatan, dan evaluasi. Pada fase implementasi, peserta memperoleh pembekalan mengenai kanker payudara serta mengikuti pelatihan SADARI dengan media manekin. Sebanyak 55 kader PKK terlibat dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi fasilitator. Tingkat pemahaman peserta dievaluasi melalui pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan kemampuan praktik SADARI dinilai menggunakan instrumen daftar periksa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik (p-value 0,05). Evaluasi keterampilan menghasilkan skor rata-rata 1,83, dengan capaian tertinggi pada tahap observasi posisi berdiri dan membungkuk (1,88) serta nilai terendah pada tahap perabaan payudara (1,80). Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi SADARI berbasis praktik langsung dengan manekin efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader PKK. 
Optimalisasi Kader PKK Kelurahan Ciroyom Melalui Program Edukasi serta Skrining Pap Smear dan Tes IVA sebagai Preventif Kanker Serviks: Optimizing the PKK Cadres in Ciroyom Village Through Educational Programs and Pap Smear Screening and IV Tests as Cervical Cancer Prevention Meike Rachmawati; Mira Dyani Dewi; Muhammad Syah Misuari Sabirin; Rizky Suganda Prawiradilaga; Nabilah Yahdiani Darmawan; Faradilla Azzahra Dinariansyah; Reyiena Kusumaryani Rahmat; Aninditya Putri Anugrah; Nazmy Noor Laila; Afni Nur Hasanah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 5 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i5.11329

Abstract

Cervical cancer remains one of the leading causes of morbidity and mortality among women worldwide, particularly in developing countries such as Indonesia. Low awareness and participation in early detection programs such as Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) and Pap smear contribute to the high incidence of advanced-stage cervical cancer. The Family Welfare Empowerment (PKK) cadres play a crucial role as community health agents in promoting cervical cancer prevention and early detection. This community service activity aimed to strengthen the capacity of PKK cadres in Ciroyom Village to educate women on early detection of cervical cancer through health education and screening using VIA and Pap smear tests. The program consisted of three stages: coordination with the Women’s Health Division (Pokja IV), an interactive educational session delivered by an obstetrics and gynecology specialist accompanied by pre- and post-tests, and voluntary VIA and Pap smear examinations conducted by medical professionals. A total of 35 cadres participated, and 18 (51.4%) underwent screening. The mean knowledge score increased significantly from 82.92% (pre-test) to 88% (post-test) (p<0.05). All participants had negative VIA results (100%), while Pap smear results showed 17 participants (94.4%) were negative for intraepithelial lesions or malignancy (NILM), and one participant (5.6%) showed ASCUS (Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance). The results indicate that health education effectively improved cadres’ knowledge and awareness.