Juendiny Chrisna Ekasari
Universitas Nusa Cendana Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Produk Unggulan Desa Berbasis One Village One Product (OVOP) Melalui Kolaborasi Pentahelix Di Kabupaten Rote Ndao I Komang Arthana; Viktorianus Mahendra Da Lopez; Ni Putu Nursiani; Yonas Ferdinand Riwu; Juendiny Chrisna Ekasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9556

Abstract

Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki peluang untuk pengembangan potensi lokal. Fenomena ini menuntut adanya strategi pembangunan yang tepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, setelah beberapa tahun berlalu, masih diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa tersebut. Dalam hal ini, perlu adanya eksplorasi lebih jauh serta mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Rote Ndao, terutama dalam konteks pembangunan ekonomi berbasis lokal. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk mengoptimalkan potensi desa adalah melalui konsep One Village One Product (OVOP). Konsep ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan satu produk unggulan di setiap desa yang memiliki nilai ekonomi, budaya, atau sumber daya alam yang khas. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Di sinilah model analisis Pentahelix menjadi positioning yang relevan. Pentahelix adalah kerangka kolaborasi yang melibatkan lima elemen utama, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan sinergi dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempromosikan produk unggulan desa. Hasil penelitian ini meliputi produk unggulan Kabupaten Rote Ndao, publikasi jurnal ilmiah internasional bereputasi, dan satu artikel pada media massa cetak/elektronik.
Pengembangan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata Dalam Pengelolaan Ekowisata Mangrove Berkelanjutan Untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Di Desa Oebou, Kabupaten Rote Ndao I Komang Arthana; I Made Udiana; Ni Putu Nursiani; Ayuvera Rifani Ray; Juendiny Chrisna Ekasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11894

Abstract

Desa Oebou di Kabupaten Rote Ndao memiliki ekosistem mangrove sekitar 25 hektar yang berfungsi sebagai pelindung abrasi sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi. Namun, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat menghadapi keterbatasan dalam tata kelola ekowisata, zonasi kawasan, sarana prasarana, manajemen usaha, homestay, dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pokdarwis dalam pengelolaan ekowisata mangrove berkelanjutan, memperkuat manajemen usaha dan homestay, serta mengembangkan strategi pemasaran digital untuk mendukung penurunan kemiskinan ekstrem. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui koordinasi, pemetaan aset partisipatif, pelatihan, pendampingan zonasi dan paket wisata, pembangunan sarana sederhana, pelatihan manajemen usaha, pelatihan pemasaran digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis, tersusunnya paket wisata mangrove tematik, terbangunnya jalur tracking dan papan informasi, teridentifikasinya rumah warga yang layak dikembangkan sebagai homestay, terbentuknya kanal promosi digital, serta meningkatnya peluang pendapatan bagi rumah tangga sasaran. Program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal berbasis konservasi dan mendukung pencapaian SDGs 1, 4, dan 8 di wilayah pesisir.