Ika Wahyuning Widiarti
Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Air Lindi Dalam Mempercepat Waktu Pengomposan Sampah Organik Ashila Syifa Alfithri; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14445

Abstract

Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih menghasilkan sampah organik berjumlah sekitar 0,3 ton hingga 18 ton setiap harinya. TPST Bantargebang tidak memiliki pengolahan sampah organik sehingga sampah organik yang dihasilkan oleh Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih akan diangkut oleh truk pengangkut sampah menuju titik buang yang terdapat pada zona landfill aktif untuk ditimbun di landfill. Tidak diolahnya sampah organik ini akan menambah penumpukan sampah dan menghasilkan lindi yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan lindi sebagai aktivator dalam mempercepat pengomposan. Metode penentuan titik sampling yang digunakan merupakan purposive sampling. Metode Grab Sampling digunakan untuk mengambil sampel air lindi sebanyak 2,5 liter dan sampah organik sebanyak 20 kg pada Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih. Parameter yang dipilih untuk diamati selama pengomposan adalah C/N rasio; kadar air; pH; suhu, dan parameter fisik berupa bau dan warna. Berdasarkan percobaan diketahui bahwa lindi sebagai aktivator dapat mempercepat waktu pengomposan menjadi sekitar 27 hari, sedangkan pengomposan yang dilakukan tanpa adanya aktivator hingga hari ke-28 belum menandakan adanya tanda kematangan kompos.
Analisis Kualitas Air Tanah di Sekitar TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat Salsabila Anandita Khairina; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14446

Abstract

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mengelola sampah dengan volume mencapai 7.500 ton per harinya, sehingga air lindi menjadi salah satu permasalahan utama. Meskipun terdapat Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS), namun tidak dipungkiri masih ada air lindi yang tidak terolah dan mencemari lingkungan sekitar. Sebagian sumur warga di sekitar lokasi penelitian telah mengalami perubahan warna air dan berbau tidak sedap. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk meganalisis kualitas air tanah di sekitar TPST Bantargebang dibandingkan dengan baku mutu. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan, metode pengambilan sampel, metode uji laboratorium, dan metode evaluasi deskriptif. Pengambilan sampel air tanah akan dilakukan dengan metode convenience sampling. Parameter yang digunakan yakni kekeruhan, zat padat terlarut (Total Dissolved Solid), air raksa, kadmium, dan zat organik (KMNO4). Hasil kualitas air menunjukkan bahwa parameter TDS melebihi baku mutu pada LP21sebesar 301 mg/L dikarenakan adanya pengaruh rembesan air lindi TPST Bantargebang. Parameter kekeruhan melebihi baku mutu pada LP3 dan LP20 dengan nilai 46,60 NTU dan 6,02 NTU. Nilai kekeruhan yang tinggi pada LP3 disebabkan kondisi sumur tidak tertutup. Selain itu, nilai kekeruhan yang melebihi baku mutu pada LP3 dan LP20 diduga disebabkan oleh limbah domestik. Parameter zat organik melebihi baku mutu pada LP3 dan LP13 dengan nilai 12 mg/L dan 13 mg/L, nilai pada LP3 diduga disebabkan oleh pencemaran limbah domestik. Sedangkan pada LP13, diduga disebabkan oleh rembesan air lindi dari tumpukan sampah rumah tangga di dekat lokasi sumur.