Suharwanto Suharwanto
Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Teknis Reklamasi Kawasan Tambang Batupasir di Padukuhan Dahromo I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY Puguh Puguh; Suharwanto Suharwanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14457

Abstract

Kegiatan penambangan rakyat berupa penambangan batupasir di Padukuhan Dahromo I, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta masih belum menerapkan kaidah pertambangan yang baik sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan tambang yang terjadi dan memberikan perencanaan reklamasi yang sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi metode survey dan pemetaan, metode pengharkatan (scoring), analisis laboratorium, dan analisis deskriptif. Parameter tingkat kerusakan lahan tambang yang digunakan mengacu pada Keputusan Gubernur DIY No. 63 Tahun 2003, yaitu relief dasar galian, batas kemiringan tebing galian, tinggi dinding galian, batas tepi galian, tutupan vegetasi, dan kondisi jalan. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi penelitian  menunjukan bahwa kondisi eksisting lahan tambang memiliki rata-rata relief dasar galian sebesar 1,1 m, rata-rata kemiringan tebing galian sebesar 67,8o, rata-rata tinggi dinding galian sebesar 7,57 m,  rata-rata batas tepi galian sebesar 42 m,  luas tutupan vegetasi sebesar 9735,11 m2, dan luas jalan rusak sebesar 246,7 m2. Lahan tambang pada lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori tingkat kerusakan berat dengan nilai harkat/skor total sebesar 15 poin. Teknis reklamasi lahan tambang pada lokasi penelitian yang dianjurkan yaitu pembuatan teras bangku dengan tinggi 3 m dan lebar 6 m dengan kemiringan jenjang 60o, saluran pengelak dengan tinggi saluran 0,2 m, lebar permukaan saluran 0,492 m, lebar dasar saluran 0,144 m, dan saluran pembuangan air dengan tinggi saluran 0,437 m, lebar permukaan saluran 1,074 m, lebar dasar saluran 0,314 m.
Analisis Vegetasi dan Kualitas Lingkungan Ekosistem Mangrove di Ekowisata Tracking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa Fitriyan Nujud Priandeni; Johan Danu Prasetya; Wisnu Aji Dwi Kristanto; Suharwanto Suharwanto; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14481

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan luas perairan yang melebihi luas daratannya. Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menyediakan layanan ekowisata. Salah satu destinasi ekowisata yang berkaitan dengan mangrove adalah Ekowisata Tracking Mangrove di Taman Nasional Karimunjawa, yang semakin populer di kalangan wisatawan. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai kawasan ekowisata dan konservasi, penting untuk memahami kondisi vegetasi dan kualitas lingkungan di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi mangrove menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) serta menganalisis kualitas lingkungan perairan di kawasan ekowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk mengumpulkan data mengenai vegetasi dan kualitas lingkungan perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Ceriops tagal dan Rhizophora apiculata merupakan spesies dominan. Kualitas lingkungan perairan tergolong baik, dengan suhu antara 32,3°C hingga 32,7°C, pH antara 7,3 hingga 7,7, salinitas antara 23 hingga 25%, dan kadar oksigen terlarut (DO) antara 5,5 hingga 6,5 mg/L.