Wisnu Aji Dwi Kristanto
Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekayasa Lereng Bekas Tambang Batu Andesit Berdasarkan Tingkat Kestabilan Lereng di Padukuhan Dengkleng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta Rizal Dwi Rahmawan; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14453

Abstract

Peningkatan kebutuhan komoditas pertambangan bahan galian batuan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sehingga saat ini banyak dilakukan proses eksploitasi bahan galian batuan. Di Padukuhan Dengkleng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dijumpai salah satu lereng bekas tambang yang ditinggalkan terletak di sekitar pemukiman warga. Oleh karena itu, diperlukan rekayasa lereng tersebut untuk mengurangi resiko terjadinya kerusakan lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng serta menentukan rekayasa lereng yang tepat untuk menjaga kestabilan lereng tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu metode survei dan pemetaan lapangan, metode analisis laboratorium, metode spancer, dengan teknik pengambilan sampel berupa teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis kestabilan lereng, nilai faktor keamanan pada lereng barat sebesar 0,463. Sedangkan lereng timur memiliki nilai faktor keamanan sebesar 0,480. Kedua nilai faktor keamanan tersebut termasuk dalam golongan lereng labil sesuai klasifikasi Bowles, 1989 dan berpotensi longsor menurut Kepmen ESDM. Arahan pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu dengan rekayasa geometri lereng, rekayasa vegetasi lereng, dan pembuatan dinding penahan tanah.
Analisis Vegetasi dan Kualitas Lingkungan Ekosistem Mangrove di Ekowisata Tracking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa Fitriyan Nujud Priandeni; Johan Danu Prasetya; Wisnu Aji Dwi Kristanto; Suharwanto Suharwanto; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14481

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan luas perairan yang melebihi luas daratannya. Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menyediakan layanan ekowisata. Salah satu destinasi ekowisata yang berkaitan dengan mangrove adalah Ekowisata Tracking Mangrove di Taman Nasional Karimunjawa, yang semakin populer di kalangan wisatawan. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai kawasan ekowisata dan konservasi, penting untuk memahami kondisi vegetasi dan kualitas lingkungan di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi mangrove menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) serta menganalisis kualitas lingkungan perairan di kawasan ekowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk mengumpulkan data mengenai vegetasi dan kualitas lingkungan perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Ceriops tagal dan Rhizophora apiculata merupakan spesies dominan. Kualitas lingkungan perairan tergolong baik, dengan suhu antara 32,3°C hingga 32,7°C, pH antara 7,3 hingga 7,7, salinitas antara 23 hingga 25%, dan kadar oksigen terlarut (DO) antara 5,5 hingga 6,5 mg/L.