Aditya Pandu Wicaksono
Program Studi Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Laju Erosi Berdasarkan Kemiringan Lereng pada Area Disposal di PT X, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Sahda Belinda Dini; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16809

Abstract

PT X merupakan perusahaan pertambangan andesit yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menggunakan sistem tambang terbuka dalam proses produksi penambangannya. Pada salah satu kegiatan penambangan terdapat aktivitas penimbunan silt cake ke area disposal yang menyebabkan pembentukan suatu lereng yang memiliki perbedaan kemiringan. Potensi erosi meningkat seiring dengan perubahan kemiringan lereng disposal dan menimbulkan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai laju erosi pada kemiringan lereng landai dan curam di area disposal serta menganalisis hubungan intensitas hujan terhadap laju erosi. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kemiringan lereng yaitu lereng landai (4°) dan lereng curam (30°) dengan menggunakan metode tongkat. Pengujian berat volume (BV) material disposal diuji di laboratorium serta dihitung secara matematis untuk memperoleh nilai laju erosi. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis uji statistik korelasi Pearson serta regresi linier sederhana yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hubungan intensitas hujan terhadap laju erosi di area disposal. Hasil perhitungan laju erosi pada kemiringan lereng landai adalah sebesar 3.417,60 ton/ha, sementara pada kemiringan lereng curam memiliki nilai total laju erosi sebesar 4.752,00 ton/ha. Klasifikasi korelasi Pearson menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikansi <0,05 yang menunjukkan variabel intensitas hujan berpengaruh terhadap laju erosi.
Prediksi Laju Erosi Pada Lahan Reklamasi Tambang Batubara di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Muhammad Bayu Al Ghifari; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16811

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya batubara yang melimpah, salah satunya dimanfaatkan oleh perusahaan tambang batubara di Provinsi Kalimantan Selatan melalui sistem penambangan terbuka yang berpotensi mengakibatkan degradasi lahan seperti erosi. Untuk memulihkan kondisi tersebut, perusahaan melakukan kegiatan reklamasi sesuai Kepmen ESDM No. 344.K/MB.01/MEM.B/2025 untuk melakukan revegetasi untuk pengendalian erosi. Prediksi laju erosi dilakukan agar mendapatkan hasil untuk optimalisasi kegiatan reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi menggunakan metode RUSLE pada lahan reklamasi tahun 2023 tambang batubara di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan kemiringan lereng. Metode RUSLE digunakan untuk memprediksi laju erosi. Data yang dibutuhkan untuk pengolahan metode RUSLE diantaranya berupa data curah hujan, data DEM (Digital Elevation Model), dan citra Landsat-8 OLI serta data sifat fisik dan kimia tanah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu prediksi erosi yang dapat terjadi pada lahan tersebut berkisar antara 0 – 944,37 ton/ha/tahun. Laju erosi terbesar masuk dalam kelas erosi sangat tinggi.
Indeks Kekritisan Mata Air Clereng di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Stefani Dian Setyawati; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono; I Putu Gema Bujangga Waisnawa; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16816

Abstract

Mata Air Clereng merupakan salah satu sumber air baku utama yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Binangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Kulon Progo. Peningkatan jumlah penduduk berpotensi meningkatkan kebutuhan air sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kekritisan Mata Air Clereng menggunakan metode kuantitatif, yaitu Indeks Kekritisan Air (IKA). Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode geometrik, sedangkan kebutuhan air domestik mengacu pada SNI 19-6728.1-2002 sebesar 60 liter/orang/hari. Ketersediaan air dihitung berdasarkan debit rata-rata mata air sebesar 125 liter/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 nilai IKA sebesar 33,11% (belum kritis), meningkat menjadi mendekati kritis pada tahun 2040, kritis pada tahun 2054, dan diproyeksikan sangat kritis pada tahun 2064 ketika kebutuhan air melampaui ketersediaan air.
Analisis Besaran Erosi Pada Area Hutan Tanaman Industri Produksi Eucalyptus pellita PT Wirakarya Sakti, Provinsi Jambi Tadius Mangihut Tua Manik; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16817

Abstract

PT Wirakarya Sakti menerapkan sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB) pada Hutan Tanaman Industri (HTI) produksi Eucalyptus pellita, yang berpotensi meningkatkan besaran erosi akibat berkurangnya tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran erosi pada tahun tanam 2023 dan 2024 serta konservasi berkelanjutan dalam mengendalikan erosi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purposive sampling berdasarkan perbedaan umur tanaman dan kerapatan vegetasi. Pengukuran erosi dilakukan menggunakan tongkat erosi pada plot berukuran 4×10 m, disertai analisis tanah di laboratorium dan perhitungan matematis. Hasil penelitian menunjukkan besaran erosi sebesar 117,08 ton/ha pada tahun tanam 2023 dan 140,03 ton/ha pada tahun tanam 2024. Analisis regresi logaritmik menunjukkan hubungan sangat rendah (R² = 14,1%) pada tahun 2023 dan rendah (R² = 32,3%) pada tahun 2024. Hasil ini menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh terhadap besaran erosi, namun faktor lain seperti tutupan vegetasi dan kondisi tanah juga memiliki peran signifikan dalam mengendalikan erosi.
Analisis Laju Erosi Aktual Berdasarkan Tekstur Tanah pada Area Disposal PT. X, Tabalong, Kalimantan Selatan Sirilus Nigel Viericho; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16830

Abstract

Area disposal yang terbuka dan minim vegetasi rentan terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan mengukur laju erosi dan sedimentasi aktual pada tanah lempung dan pasir, serta menganalisis pengaruh intensitas hujan terhadap keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan penentuan titik sampling secara purposive berdasarkan variasi tekstur tanah dan lokasi dengan kejadian erosi terbesar. Pengukuran dilakukan menggunakan petak berukuran 12 m × 3 m, dengan 18 kali pengambilan sampel pada setiap kejadian hujan. Data konsentrasi sedimen dan volume limpasan dianalisis menggunakan pendekatan matematis dan regresi linear sederhana dengan IBM SPSS Statistics 27. Hasil menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi pada tanah lempung mencapai 522,56 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 108,87 g/L, sedangkan pada tanah pasir sebesar 233,23 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 59,48 g/L. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas hujan dan laju erosi pada kedua jenis tanah.