Harry Zacharias Soeratin
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Leisure, Produktivitas, Dan Keadilan Waktu Dalam Organisasi: Systematic Literature Review Berbasis Self-Determination Theory Dan Work-Life Balance   Warsidi Warsidi; Harry Zacharias Soeratin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11860

Abstract

Artikel ini bertujuan menyintesis hubungan antara leisure atau waktu luang dengan produktivitas kerja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis adaptasi PRISMA. Kajian ini berangkat dari persoalan bahwa leisure dalam organisasi sering dipersepsikan sebagai kemalasan atau pemborosan waktu, padahal berbagai studi menunjukkan bahwa leisure dapat berperan sebagai mekanisme pemulihan psikologis, sumber kreativitas, dan penguat kinerja berkelanjutan. Korpus kajian terdiri atas sepuluh artikel ilmiah yang membahas leisure dalam konteks makroekonomi, organisasi, dan individu. Analisis dilakukan melalui sintesis naratif dan pemetaan teoretis menggunakan Self-Determination Theory (SDT) dan Work-Life Balance (WLB). Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan leisure dan produktivitas bersifat non-linear. Kekurangan leisure dapat meningkatkan kelelahan dan menurunkan kinerja, sedangkan kelebihan leisure yang tidak terstruktur dapat melemahkan disiplin kerja. Leisure berkualitas, seperti istirahat terarah, leisure crafting, aktivitas bermakna di luar kerja, dan insentif berupa waktu luang, dapat mendukung pemulihan, kreativitas, inovasi, serta fokus kerja. Kajian ini juga menemukan bahwa akses terhadap leisure tidak selalu merata karena dipengaruhi oleh beban kerja, gender, tanggung jawab domestik, dan struktur organisasi. Implikasi artikel ini menekankan pentingnya desain kebijakan leisure yang produktif dan adil, seperti bonus waktu luang, micro-break, audit beban kerja, dan budaya kerja yang tidak mengglorifikasi overwork.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS PELATIHAN KEBERAGAMAN, KESETARAAN, DAN INKLUSI (DEI) YANG DIRANCANG SECARA PERILAKU UNTUK MENGATASI HAMBATAN SISTEMIK DENGAN GABUNGAN SOCIAL LEARNING THEORY DAN SOCIAL DOMINANCE THEORY Harry Zacharias Soeratin; Abdul Aji Kresna Tri Anggara; Dedi Latip
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6zyp9163

Abstract

Upaya menciptakan tempat kerja yang inklusif dan setara saat ini masih menjadi tantangan besar untuk organisasi. Komitmen organisasi terhadap agenda Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) meningkat tajam, tercermin dari ekspansi anggaran dan pelaksanaan berbagai program pelatihan. Meskipun demikian, sejumlah studi melaporkan bahwa capaian dari inisiatif tersebut masih terbatas dan belum menunjukkan korelasi yang kuat dengan besarnya investasi yang telah dilakukan.  Penelitian ini merupakan Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review atau SLR) yang mendalam mengenai evolusi program Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion atau DEI) di lingkungan organisasi global. Fokus utama dari penelitian ini adalah menganalisis pergeseran dari pelatihan DEI konvensional yang berbasis kesadaran menuju pelatihan yang dirancang secara perilaku menggunakan prinsip-prinsip sains perilaku. Dengan mengadopsi metodologi Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), penelitian ini menyintesis temuan dari sepuluh artikel riset terpilih yang mengeksplorasi efektivitas intervensi DEI. Kerangka teoretis yang digunakan menggabungkan dua lensa utama: Social Learning Theory (SLT) sebagai teori dasar untuk menjelaskan mekanisme perubahan perilaku individu, dan Social Dominance Theory (SDT) sebagai teori pelengkap untuk memahami hambatan sistemik dan hierarki kekuasaan yang sering kali menghalangi kemajuan DEI. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan yang efektif harus bersifat spesifik, terukur, dan diberikan pada saat pengambilan keputusan penting untuk mengatasi fenomena seperti "kelengketan demografis" (demographic stickiness) dan resistensi struktural. Laporan ini memberikan kontribusi strategis bagi praktisi dan akademisi dengan menawarkan model integratif yang menekankan pentingnya inklusi struktural sebagai fondasi bagi keberagaman yang berkelanjutan