Ahmad Munadirin
Sekolah Tinggi Islam Kendal, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital dan Implikasinya terhadap Konstruksi Karakter Religius-Sosial Santri Masruroh Masruroh; Syaiful Hadi; Ahmad Munadirin
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 10 No 2 (2025): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v10i2.7457

Abstract

Transformasi digital secara fundamental mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Penelitian bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran PAI berimplikasi terhadap karakter religius-sosial santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data sekunder diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap buku teks, jurnal ilmiah bereputasi, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan Islam di era digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi tematik untuk mensintesis berbagai pemikiran mengenai transformasi pedagogi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, seperti media audiovisual dan aplikasi Islami, berhasil memperluas akses pengetahuan keagamaan serta mendorong pola pembelajaran yang lebih kolaboratif dan mandiri. Namun, transformasi ini juga menghadirkan tantangan berupa potensi degradasi moral dan masuknya nilai-nilai yang tidak sejalan dengan ajaran Islam, sehingga menuntut penguatan literasi digital berbasis etika Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter religius-sosial santri terbentuk secara lebih kontekstual ketika pembelajaran digital disintesiskan dengan pembiasaan nilai dan penguatan budaya pesantren yang moderat. Implikasi penelitian ini terletak pada perumusan kerangka integratif antara pedagogi digital dan internalisasi nilai religius sebagai model penguatan karakter santri di era disrupsi teknologi. Melalui analisis ini, diharapkan tercipta sinergi yang mampu melahirkan generasi dengan keseimbangan antara kecakapan teknologi dan kedalaman spiritualitas.
Holistic qur’anic pedagogy: an alternative paradigm for islamic education amid global crises Mahrus; Ahmad Munadirin; Achmad yusuf; Camila Fatah Suroyya; Mohamad Ardin Suwandi
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1114

Abstract

This research seeks to realign Islamic education with transcendental values in the midst of the rapid flow of globalization, digitalization, and the deepening moral crisis of the younger generation. This study offers a holistic framework of Qur’anic pedagogy by integrating the epistemological, methodological, and ethical dimensions excavated from Surah al-’Alaq and Surah Luqman. Using a qualitative research design based on literature study and content analysis, Qur’anic verses are examined through linguistic and contextual studies, then associated with contemporary educational challenges. The analysis of Surah al-’Alaq emphasizes the importance of transcendental literacy as the foundation of epistemology, the role of habituation and repetition as a means of internalizing values, and the adaptation of learning media in response to technological developments. Meanwhile, Surah Luqman provides an ethical and dialogical framework that emphasizes monotheism, gratitude, persuasive communication, and overall character building. The integration of these two surahs gave birth to a Qur’anic pedagogical model that combines cognitive, moral, spiritual, and social dimensions, so that education is able to develop intellectual capacity while fostering ethical and spiritual awareness. Practically, this framework is the basis for designing a curriculum based on unity of knowledge, dialogical and experiential learning strategies, and the ethical use of digital technology to strengthen students’ critical literacy, media skills, and moral resilience. By placing Qur’anic pedagogy in the discourse of education in the 21st century, this research contributes theoretically by expanding the study of Islamic pedagogy from normative descriptions to methodological frameworks, as well as practically offering a model that can be adopted by Islamic educational institutions to produce intelligent, moral, and transcendental consciousness generations.