Amelia Aisy
Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anjuran Mencuci Tangan dalam Hadis: Relevansi Pencegahan Kontaminasi Mikroorganisme dalam Perspektif Sains Amelia Aisy; Vina Rahmatika; Istiqamah Istiqamah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis Nabi saw tentang anjuran mencuci tangan setelah bangun tidur serta relevansinya dengan prinsip kebersihan dan pencegahan penyakit dalam perspektif sains modern. Kajian ini dilatar belakangi oleh pentingnya menjaga kebersihan air dan kebersihan diri sebagai bagian dari ajaran Islam yang selaras dengan konsep kesehatan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan Kuantitatif serta interpretasi hadis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis riwayat Abu Hurayrah dalam Ṣahih Muslim tentang larangan mencelupkan tangan ke bejana sebelum mencucinya tiga kali memiliki sanad muttashil dan perawi-perawinya tergolong thiqqah, sehingga hadis tersebut bernilai ṣahih. Secara syar‘i, hadis ini menegaskan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kebersihan tangan, sedangkan secara ilmiah, perintah mencuci tangan sejalan dengan temuan mikrobiologi modern yang menegaskan bahwa tangan merupakan media utama penyebaran mikroorganisme patogen seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Dengan demikian, anjuran Nabi saw mengandung nilai preventif yang sangat tinggi terhadap penularan penyakit. Kesimpulannya, hadis tentang mencuci tangan tidak hanya memiliki makna ibadah, tetapi juga mencerminkan prinsip ilmiah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ajaran Rasulullah saw terbukti relevan dengan prinsip kesehatan modern, menunjukkan bahwa Islam sejak awal telah menanamkan kesadaran hidup bersih sebagai bagian dari keimanan dan upaya pencegahan penyakit.
Relevansi Hadis "Tetanggamu Jurimu" dalam Konteks Sosial Masyarakat Modern Amelia Aisy
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6367

Abstract

Artikel ini membahas relevansi hadis “tetanggamu jurimu” dalam konteks sosial masyarakat modern, khususnya terkait etika bertetangga dan implikasinya terhadap kehidupan bermasyarakat di perdesaan maupun perkotaan. Hadis tersebut menekankan bahwa perilaku seseorang dapat dinilai dari kesaksian para tetangganya sebagai pihak yang paling dekat dan mengetahui keseharian individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk menggali makna hadis, latar belakang kemunculannya, serta relevansinya dengan kondisi sosial kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa etika bertetangga dalam Islam memiliki posisi penting dalam membangun harmoni sosial, mencegah konflik, serta memperkuat solidaritas. Relevansi hadis juga terlihat dalam aturan hukum positif Indonesia, seperti KUHP pasal 503 mengenai gangguan ketertiban umum, yang menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan lingkungan. Di tengah modernisasi dan perubahan struktur sosial, terutama di wilayah perkotaan yang cenderung individualistis, nilai-nilai hadis ini tetap aktual sebagai pedoman untuk membangun hubungan sosial yang beradab, inklusif, dan berkeadilan. Dengan demikian, ajaran nabi mengenai tetangga dapat menjadi landasan etika sosial yang penting dalam menghadapi tantangan sosial masyarakat modern.