Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Empowerment-Based Educational Management to Support Sustainable Development through Water Hyacinth Utilization for Biogas Production Novianti Muspiroh
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i2.4344

Abstract

The rapid proliferation of water hyacinth caused by eutrophication is widely recognized as an environmental burden; however, existing studies have predominantly emphasized technological optimization for biogas production while overlooking the critical role of educational management in transforming ecological problems into sustainable community assets. This gap has limited a comprehensive understanding of how education, community empowerment, and renewable energy can be integrated to achieve sustainable development. This study aims to develop a community empowerment-based educational management model that transforms water hyacinth into biogas as a strategy for promoting sustainable development in Sukapura, Cirebon City, Indonesia. A qualitative intrinsic case study was employed using observations, in-depth interviews, focus group discussions, documentation, and secondary data. Data were analyzed through the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa, supported by triangulation, prolonged engagement, audit trails, and peer debriefing to ensure trustworthiness. The findings reveal that the success of water hyacinth utilization is determined not primarily by biomass availability or technological sophistication, but by educational management that strengthens environmental literacy, experiential learning, community participation, collaborative governance, and local institutional capacity. Educational intervention transformed community perceptions of water hyacinth from an invasive aquatic weed into a strategic renewable energy resource while simultaneously fostering social cohesion, local energy resilience, and circular economy practices. The study proposes a novel conceptual model integrating Education for Sustainable Development, community empowerment, experiential learning, appropriate technology, and circular bioeconomy within a unified educational management framework. These findings extend the current discourse by positioning educational management as the principal catalyst for community-based renewable energy transitions. Future research should validate this model across diverse socio-ecological contexts using mixed-methods or longitudinal designs and incorporate carbon emission assessment, life cycle analysis, and digital technologies to support evidence-based renewable energy policies and sustainable community development.
Transformasi Literasi Halal bagi Praktisi Pendidikan: Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan se-Wilayah Cirebon Yuyun Maryuningsih; Evi Roviati; Novianti Muspiroh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2228

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi halal global telah meningkatkan permintaan akan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip halal ke dalam pendidikan; namun, penelitian tentang literasi halal masih sangat berfokus pada perilaku konsumen, sistem sertifikasi, dan kepatuhan industri, sehingga sektor pendidikan sebagian besar terabaikan. Ketidakseimbangan ini telah menciptakan kesenjangan kebijakan dan teoretis yang kritis, karena sekolah diharapkan dapat menumbuhkan warga negara masa depan yang sadar akan halal, sementara guru sering kali kurang memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menerjemahkan literasi halal menjadi praktik pembelajaran yang bermakna di kelas. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model berbasis komunitas untuk memperkuat literasi halal di kalangan guru biologi di sekolah menengah di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan di wilayah Cirebon, Indonesia. Pendekatan Penelitian Berbasis Komunitas (CBR) dengan desain partisipatif campuran (mixed-methods) digunakan, melibatkan 50 guru biologi dan 300 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, analisis dokumen, dan pengembangan modul kolaboratif, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tematik, dan triangulasi metodologis. Temuan penelitian mengungkapkan sebuah paradoks yang tidak terduga: meskipun sebagian besar siswa sudah familiar dengan sertifikasi halal, mereka menunjukkan kemampuan yang terbatas dalam menerapkan prinsip-prinsip halal dalam konteks nyata yang melibatkan bahan baku, proses produksi, dan titik-titik kontrol halal yang kritis. Yang lebih penting, pemberdayaan guru secara kolaboratif secara substansial meningkatkan literasi halal para guru dan memungkinkan mereka mengintegrasikan konsep-konsep halal ke dalam pembelajaran biologi melalui modul pengajaran berbasis konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi halal dikembangkan secara lebih efektif sebagai kompetensi pendidikan interdisipliner daripada sekadar sebagai pengetahuan keagamaan atau konsumen. Penelitian ini menyumbangkan model pembelajaran sains berbasis literasi halal yang inovatif, yang berlandaskan pada keterlibatan komunitas kolaboratif, sehingga memperluas kajian literasi halal yang ada melampaui perspektif konsumen dan industri menuju transformasi pendidikan. Penelitian di masa depan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang model ini di berbagai disiplin ilmu, tingkat pendidikan, dan konteks budaya guna mendukung kebijakan berbasis bukti untuk pendidikan halal yang berkelanjutan.