Zakiyah
Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Naratif dan Analisis Tematik Kenabian Pra-Abrahamik: Rekonstruksi Kesinambungan Risalah Tauhid dalam Perspektif al-Qur’an Zakiyah
At-Ta'wil: Jurnal Pengkajian al-Qur'an dan at-Turats Vol. 3 No. 02 (2025): Al-Qur’an dan Dinamika Penafsiran
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/tawil.v3i02.2163

Abstract

Artikel ini meneliti kisah para nabi sebelum Nabi Ibrahim (Abraham), sebuah periode penting namun seringkali kurang dieksplorasi dalam sejarah kenabian. Inti permasalahan yang dikemukakan adalah pemahaman yang terfragmentasi mengenai kesinambungan pesan ilahi dan evolusi konsep monoteisme sebelum era Ibrahim. Studi ini menggunakan analisis naratif dan pendekatan komparatif, merujuk pada teks-teks keagamaan primer dan sekunder untuk mengidentifikasi nabi-nabi utama pra-Ibrahim, ajaran inti mereka yang menekankan tauhid dan perilaku etis, serta konteks sosio-kultural misi mereka. Hasil temuan menunjukkan adanya benang merah bimbingan ilahi yang konsisten menekankan keesaan Tuhan dan kebenaran moral, meletakkan dasar fundamental bagi tradisi kenabian selanjutnya. Simpulan menyoroti peran signifikan para nabi awal ini dalam menetapkan prinsip-prinsip dasar monoteisme dan perilaku etis, menekankan keterkaitan pesan kenabian lintas waktu dan memperkaya pemahaman kita tentang sejarah agama.
Reimajinasi Mahabbah dalam Islam: Perspektif Komparatif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi Zakiyah; Saepudin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v14i2.14876

Abstract

This study explores the comparative construction of mahabbah in the thought of al-Ghazali and Jalaluddin Rumi. Using a qualitative approach with comparative and content analysis, it examines primary sources such as Ihya' Ulum al-Din, Kimiya' al-Sa'adah, Fihi Ma Fihi, and the Mathnawi, along with relevant secondary literature. The findings indicate that al-Ghazali views mahabbah as the culmination of spiritual ascent, reached progressively through the maqamat. For him, love is the highest station, the fruit of ma'rifah, expressed in obedience and inner contentment. By contrast, Rumi presents love as the sole path to healing spiritual maladies, a transformative journey toward God through gnosis and mystical union. The study highlights how ethical and mystical orientations to divine love offer distinct yet complementary perspectives, enriching the broader discourse on Sufi spirituality.