This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Anista Amelia Nuryati
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Pijat Oketani Sebagai Intervensi Keperawatan Dalam Mengatasi Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Pascapersalinan Normal Anista Amelia Nuryati; Joanggi Wiriatarina Harianto; Pipit Feriani; Tri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58637

Abstract

Masa nifas atau puerperium (dari bahasa Latin puer berarti bayi dan parous melahirkan) merupakan fase pemulihan kritis yang berlangsung selama kurang lebih 6 minggu setelah pelahiran bayi dan plasenta. Salah satu tantangan utama pada fase ini adalah ketidaksiapan ibu dalam memproduksi ASI secara adekuat, yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara stimulasi mekanis dan sistem saraf. Mengingat krusialnya pemberian ASI eksklusif sejak dini, diperlukan intervensi suportif seperti Pijat Oketani. Teknik ini merupakan metode perawatan payudara unik asal Jepang yang dikembangkan oleh Sotomi Oketani untuk mengatasi kendala laktasi pada ibu menyusui. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi terapi Pijat Oketani terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu pascapersalinan (post-partum) spontan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal (1 responden) ibu nifas pascapersalinan spontan yang mengalami kendala produksi ASI. Intervensi Pijat Oketani diberikan sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore) selama dua hari berturut-turut. Setiap sesi berlangsung selama 15–20 menit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk memastikan keamanan dan efektivitas tindakan. Hasil observasi menunjukkan adanya tren peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan intervensi. Pemantauan yang dilakukan dua kali sehari mencatat nilai rata-rata peningkatan sebesar 2,5 pada instrumen observasi produksi ASI yang digunakan. Subjek melaporkan payudara terasa lebih lunak, aliran ASI lebih lancar, dan bayi tampak lebih tenang setelah menyusu. Terapi Pijat Oketani terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu pascapersalinan spontan. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu modalitas keperawatan mandiri untuk mendukung keberhasilan laktasi pada masa nifas. Kata Kunci: Post Partum Spontan, Produksi Asi, Pijat Oketani.