Ni Kadek Kalyana Gala Wintang Jyoti Nilayam
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Organoleptik dan Analisis Kadar Antioksidan pada Yoghurt dengan Penambahan Sari Buah Stroberi (Fragaria Ananassa) Ni Kadek Kalyana Gala Wintang Jyoti Nilayam; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Jean Nihana Mulyo Putri Manalu
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111901

Abstract

Yoghurt merupakan minuman susu yang difermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL), yang terdiri dari berbagai macam bakteri yang menguntungkan yaitu, lactose intolerance. Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus, Streptococcus thermophilus. Gaya hidup masyarakat saat ini perlu mendapat perhatian terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi minuman yang memiliki nutrisi yang lengkap. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi pembuatan yoghurt yang memiliki senyawa bioaktif atau kandungan antioksidan dan kaya akan nutrisi yaitu dengan menambahkan sari buah stroberi pada formulasi yoghurt. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil uji organoleptik terhadap strawberry fruit yoghurt berdasarkan parameter warna, rasa, dan aroma serta kadar antioksidan terhadap strawberry fruit yoghurt. Penelitian ini menganalisis uji kadar antioksidan dan uji organoleptik pada yoghurt dengan penambahan sari buah stroberi. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis tidak terlatih sebanyak 25 orang mahasiswa. Analisis kadar antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 Diphenyl-2-picrylhidrazyl) yang merupakan salah satu jenis metode uji antioksidan proses pengukurannya lebih cepat dan sederhana. Proses delokasi ini ditunjukkan dengan adanya warna ungu (violet) pekat yang dapat dikarakterisasi pada pita absorbansi dalam pelarut etanol pada panjang gelombang 517 nm. Pada uji organoleptik menggunakan instrumen penelitian yang dilakukan oleh panelis tidak terlatih. Presentase inhibisi paling tinggi ditunjukkan pada formulasi 1 yaitu sebesar 38,23064 dan kapasitas GAEAC paling tinggi ditunjukkan pada 196.0,  hal ini karena reaksi millard dari gula reduksi dan protein berupa melanoidin. Formulasi 1 dan 3 paling banyak disukai oleh panelis yaitu sejumlah 9-10 panelis dengan presentase inhibisi sebesar 38,23064 pada formulasi 1 dan formulasi 3 sebesar 29,69984