Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus tipe 2 yang dapat menyebabkan amputasi, disabilitas, dan penurunan kualitas hidup pasien. Meskipun pedoman International Working Group on the Diabetic Foot (IWGDF) telah direkomendasikan dalam pencegahan ulkus kaki diabetik, implementasinya masih belum optimal sehingga risiko komplikasi kaki diabetik tetap tinggi. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pedoman IWGDF terhadap penurunan risiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, Springer, dan Wiley Online Library menggunakan kata kunci: (“IWGDF” OR “International Working Group on the Diabetic Foot”) AND (“diabetic foot ulcer” OR “diabetic foot”) AND (prevention OR “risk reduction”) AND (effectiveness OR implementation). Artikel yang digunakan dipublikasikan tahun 2021–2026. Seleksi artikel menggunakan metode PRISMA dan kualitas artikel dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools sesuai desain penelitian masing-masing. Sebanyak 86 artikel ditemukan dari empat database. Setelah proses skrining dan eliminasi artikel, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi pedoman IWGDF efektif dalam menurunkan risiko ulkus kaki diabetik melalui skrining kaki rutin, edukasi perawatan kaki mandiri, perawatan kaki preventif, penggunaan alas kaki terapeutik, serta pendekatan multidisiplin. Implementasi pedoman juga meningkatkan perilaku perawatan kaki mandiri dan membantu identifikasi dini risiko ulkus kaki diabetik. Implementasi pedoman IWGDF direkomendasikan sebagai bagian penting dalam pelayanan diabetes melitus tipe 2 untuk mencegah komplikasi kaki diabetik dan menurunkan risiko amputasi.