Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang paling umum terjadi pada sektor pertanian, terutama pada petani yang bekerja dengan postur tidak ergonomis dan beban fisik yang berulang. Petani bawang merah menghadapi risiko tinggi karena pekerjaan mereka melibatkan posisi membungkuk dan jongkok dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keluhan MSDs pada petani bawang merah di Dusun Tempo, Desa Tempo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani bawang merah di Dusun Tempo yang berjumlah 67 orang, yang seluruhnya direkrut melalui teknik total sampling. Keluhan MSDs diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), sedangkan postur kerja dinilai dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan uji Fisher's Exact diterapkan pada tabel yang memiliki frekuensi harapan kecil. Sebagian besar responden (80,6%) melaporkan keluhan MSDs pada kategori nyeri. Postur kerja (p=0,018), masa kerja (p<0,001), usia (p=0,011), dan jenis kelamin (p<0,001) berhubungan secara signifikan dengan keluhan MSDs, sedangkan durasi kerja harian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,545). Keluhan MSDs pada petani bawang merah dipengaruhi oleh postur kerja, masa kerja, usia, dan jenis kelamin, tetapi tidak dipengaruhi oleh durasi kerja harian. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi ergonomi, pengaturan jadwal kerja-istirahat yang lebih baik, serta deteksi dini keluhan otot, terutama bagi petani berusia lanjut dengan masa kerja yang panjang.